Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu M Iqbal (berbaju batik biru) (Zakia Liland Fajriani/detikcom)

HRS Sebut Dapat Info Menlu Minta WNI di Saudi Dukung Jokowi

Diposting pada 502 views

Ngelmu.co – Dugaan kecurangan Pilpres 2019 terjadi Arab Saudi. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) menyebut jika Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikam imbauan kepada staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi.

HRS menyatakan bahwa Retno mengimbau agar staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi mendukung dan turut memenangkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Dalam video yang ditayangkan Front TV, Senin (1/4/2019), HRS menyebut jika ajakan Retno telah membuat risau para staf kedutaan besar dan konsulat jenderal di Saudi.

“Sangat kita sesalkan beberapa waktu yang lalu Menlu datang ke Saudi Arabia. Kemudian Menlu melakukan pertemuan, baik di KBRI maupun di KJRI. Selanjutnya Menlu tanpa malu-malu, secara terang-terangan mengajak para staf dan seluruh pekerja yang ada di KBRI maupun KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01, yaitu Jokowi. Hal ini sangat disesalkan karena apa yang disampaikan oleh Menlu tersebut bernada ancaman dan itu sangat merisaukan seluruh staf maupun para pekerja dan pegawai yang ada di KBRI dan KJRI,” sebut HRS, dilansir dari Detik.

HRS mengatakan bahwa ia mendapatkan laporan ini secara langsung dari WNI yang bekerja di KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. HRS menyebutkan bahwa para staf KBRI dan KJRI merasa hak mereka untuk memilih dalam Pilpres 2019 terancam. Maka, HRS menyerukan kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Saudi Arabia harus bersama-sama untuk bekerja melawan segala bentuk intimidasi, tekanan ancaman, dan kecurangan pada Pilpres 2019 mendatang.

Selain itu, HRS mengaku bahwa ia juga mendapatkan informasi jika para pimpinan parpol pengusung 01 menelepon ketua-ketua tempat pemungutan suara (TPS) di kota-kota kecil di Saudi supaya surat suara tercoblos nama Jokowi.

HRS mengatakan ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Pimpinan partai tersebut, kata HRS, menawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau ketua TPS mau melakukan apa yang mereka minta.

“Tentu ini merupakan penawaran untuk penghianatan,” tegas HRS.

Terkait pernyataan HRS itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membantahnya. Kemlu mengatakan jika kunjungan yang dilakukan Retno dalam rangka peresmian gedung satu atap yang ada di Jeddah dan tidak berkaitan dengan urusan politik.