Hujan Lebat: Jadetabek, Cirebon, Hingga Sulteng Banjir

  • Bagikan
Banjir di Indonesia
Banjir di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Kamis (18/2). Foto: Istimewa

Ngelmu.co – Hujan lebat sejak Jumat (19/2) malam, hingga Sabtu (20/2) pagi, mengakibatkan banjir di sejumlah provinsi; DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Banten.

Sementara di Sulawesi Tengah, banjir terjadi setelah hujan deras turun sejak Rabu (17/2), hingga Kamis (18/2) siang.

Jakarta

Banjir setinggi 30 cm-50cm terjadi di Stasiun Tanjung Barat, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pukul 01.32 WIB.

Banjir juga terjadi di KM 23 Tol Karawaci arah ke Merak, pukul 02.32 WIB.

Kemudian banjir setinggi 80 cm-90 cm terjadi di wilayah Poncol, pukul 03.29 WIB.

Kawasan Jl Kebon Nanas Utara, Jakarta Timur, ikut terendam banjir, pukul 03.32 WIB.

Banjir setinggi 30 cm-40 cm terjadi di Perumahan Tanjung Barat Indah, Jakarta Selatan, pukul 03.41 WIB.

Banjir juga terjadi di KM 23 Tol Merak, pukul 03.50 WIB.

Di kolong Tol Cawang arah ke Tanjung Priuk, banjir setinggi 40 cm-70 cm terjadi, pukul 03.53 WIB.

Lalu pukul 03.59 WIB, banjir terjadi di Lajur 1 dan 2 KM 44 Tol Cikuning arah ke Rorotan.

Banjir juga terjadi di Jalan Darma Wanita, Cengkareng, Jakarta Barat, setinggi 30 cm-40 cm, pukul 04.54 WIB.

Di TL Halim Lama Jalan DI Panjaitan, banjir terjadi, pukul 04.56 WIB.

Di Jalan Pilar Raya Kebon Jeruk, banjir terjadi, pukul 05.16 WIB.

Banjir juga terjadi pukul 05.19 WIB di Cipinang Melayu.

Di depan The Mansion Jalan Kemang Raya, banjir terjadi, pukul 05.21 WIB.

Begitu pun di KM 24 Tol Bitung, banjir terjadi, pukul 05.22 WIB, dan Kelurahan Jati Padang, pukul 05.23 WIB.

Sampai pukul 06.05 WIB, banjir masih terjadi di dekat RS Siloam Kebon Jeruk.

Banjir juga masih berlangsung pada pukul 06.22 WIB, di Kelurahan Cipinang Melayu, dan di Jalan Jeruk Purut, pukul 06.25 WIB.

Kemudian, banjir juga terjadi di Jalan Tubagus Angke, pukul 06.51 WIB, Jalan Rasuna Said, pukul 07.10 WIB.

Di depan Alexis Jalan RE Martadinata, terjadi banjir pada pukul 07.14 WIB.

Begitu pun di KM 25.600 Tol Cilandak, pukul 07.22 WIB, dan depan Mangga Dua Square pukul 07.26 WIB.

Depok, Jawa Barat

Hujan deras disertai angin, terjadi sejak Kamis (18/2), hingga Jumat (19/2), pukul 12.00 WIB.

Akibatnya, Kali Pesanggerahan yang menjadi batas wilayah antara Kecamatan Sawangan dengan Kecamatan Cipayung, meluap dan memutus jalan penghubung kedua kecamatan tersebut.

Terlepas dari itu, sejumlah lokasi di Depok terendam banjir–beberapa mengalami tanah longsor.

Berikut beberapa titik lokasi banjir yang tercatat:

  • Kampung Utan Kelurahan Pondok Jaya,
  • Perumahan Bukit Cengkeh,
  • Perumahan Pondok Asri Kelurahan Abadi Jaya,
  • Kelurahan Cipayung,
  • Kampung Bulak Barat,
  • Kampung Bakung Cilodong,
  • Jalur Limo-Cinere, dan
  • Jalan Arif Rahman Hakim (ARH).

Sementara titik longsor, terjadi di RT 04/RW 20 Kelurahan Abadijaya.

Begitu pun di Kali Sugutamu RT 02 RW 14, Kelurahan Baktijaya–belakang Masjid Al Muhajirin.

Tangerang, Banten

Hujan deras yang mengguyur kawasan Tangerang, membuat ribuan rumah di wilayah tersebut terendam banjir [hingga ketinggan satu meter], pada Sabtu (20/2) dini hari.

Hujan turun sejak pukul 22.00 WIB, membuat kawasan yang sebelumnya sudah terendam banjir, menjadi semakin parah.

Seperti di RW 20, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Banjir membuat pemukiman tersebut terendam air dengan ketinggian sekitar satu meter.

Pasalnya, Kali Sabi yang sejak Jumat (19/2), sudah tinggi, langsung meluap.

Penyebabnya tak lain karena hujan turun sangat deras.

“Ini banjir terparah lagi sejak 2007. Kasur sudah enggak bisa diselametin. Mau gimana lagi,” kata Wati, salah seorang warga, mengutip Liputan 6.

Banjir juga merendam kawasan Binong Permai, Curug, Kabupaten Tangerang.

Begitu pun di berbagai pemukiman di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Setidaknya, ada puluhan ribu jiwa yang terdampak akibat banjir kali ini.

Bekasi, Jawa Barat

Sejumlah perumahan di Bekasi, terkena banjir. Salah satunya, Perumahan Puri Gading.

“Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa,” kata salah seodang warga, Rudi.

“Bahkan, air sudah mulai masuk ke beberapa rumah warga,” sambungnya.

Baca Juga: Kalsel Banjir dan Majene Gempa, PKS Langsung Kirim Relawan

Ketinggian air, kata Rudi, terus naik selama hujan mengguyur wilayah Kota Bekasi.

Tingginya genangan air juga menyebabkan kendaraan, baik roda empat pun roda dua, tidak dapat melintas.

Sejumlah jalan di Kampung Pedurenan, yang ada di atas Puri Gading, juga tergenang air hingga 30 cm.

Cirebon, Jawa Barat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendata, 1.700 rumah di empat desa terendam banjir.

“Ada empat desa di dua kecamatan yang terendam banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, Jumat (19/2).

Tiga desa di Kecamatan Waled; Ciuyah, Gunungsari, dan Mekarsari, serta satu desa di Kecamatan Plumbon; Kedungsana.

Banjir mengakibatkan 1.700 lebih rumah warga terendam dengan ketinggian air 30 cm sampai 1,6 meter.

Hujan dengan intensitas tinggi membuat Sungai Ciberes dan juga saluran irigasi, tidak bisa menampung debit air–lalu meluap ke permukiman warga.

Sulawesi Tengah

Hujan deras yang turun sejak Rabu (17/2), hingga Kamis (18/2) siang, menyebabkan debit air sungai di Desa Tayawa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah meluap.

Debit air yang berlebih menyebabkan delapan rumah hanyut, terbawa banjir.

“Kurang lebih satu kilometer warga mengungsi. Mereka tidak mau mengungsi jauh dari rumah mereka yang terdampak banjir.”

Demikian kata Kapolsek Tojo Ipda Masdur, Kamis (18/2) lalu.

Selain delapan rumah hanyut, berdasarkan data dari Kepala Desa Tayawa Ghalib, ada 83 rumah yang terendam.

Masdur mengatakan, ketinggian air mencapai 1-2 meter.

Selain Desa Tayawa, banjir bandang juga menghantam Desa Mawomba, Kecamatan Tojo Barat [ktinggian air mencapai lutut orang dewasa].

Banjir bandang di wilayah ini kerap terjadi karena meluapnya air sungai setelah hujan deras.

Namun, banjir kali ini lebih parah daripada yang sebelumnya.

“Kalau dulu, saat hujan, tidak sampai seperti ini. Sekarang parah,” jelas Masdur.

Bali Siaga

Terlepas dari banjir di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sulteng, dua kabupaten di Bali juga berstatus siaga potensi banjir.

Hal ini disampaikan oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar.

Dua kabupaten itu adalah Karangasem dan Bangli–berstatus siaga karena hujan lebat pada Jumat (19/2), hingga Sabtu (20/2) ini.

“Untuk wilayah Karangasem dan Bangli per hari ini berstatus siaga.”

“Dua kabupaten ini mempunyai potensi untuk terjadinya banjir atau banjir bandang, karena curah hujan yang lebat.”

“Untuk itu, kami akan selalu update statusnya,” jelas Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman, Jumat (19/2).

Situasi ini, lanjutnya, disebabkan oleh situasi puncak musim hujan dan adanya konvergensi–pertemuan angin–di wilayah Bali.

Hal itu akan berkontribusi, dalam pembentukan awan-awan hujan, suhu permukaan air laut yang masih hangat, serta kelembaban yang tinggi.

Sementara untuk kabupaten atau kota lain di Bali, ada dalam status waspada.

Pasalnya, curah hujan masih terjaga–merata–baik di Bali Selatan, pun Bali Utara.

  • Bagikan
ngelmu.co