Identitas Duo Siska, Terduga Pelaku Teror yang Berbaiat ke ISIS

pelaku teror

Ngelmu.co – Dua orang wanita dibekuk di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Kedua perempuan tersebut diduga merupakan pelaku teror yang akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob. Dua wanita itu bernama Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen M Iqbal saat dikonfirmasi membenarkan perihal penangkapan kedua perempuan yang bernama Siska tersebut yang diduga pelaku teror. Saat ini, kedua perempuan pelaku teror tersebut telah diamankan dan telah diinterogasi polisi untuk pengusutan lebih jauh lagi tentang keterkaitannya dengan ISIS.

“Benar, kedua orang yang dicurigai tersebut sedang diamankan untuk pendalaman selanjutnya,” ujar Brigjen Pol M Iqbal, Sabtu (12/5), seperti yang dikutip dari Kumparan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto pun membenarkan, saat ini kedua terduga pelaku teror sedang diperiksa oleh anggota Densus 88.

“Masih didalami oleh penyidik Densus 88 (Antiteror),” kata Setyo kepada kumparan.

Baca juga: Ini Nasib 155 Napi Teroris yang Buat Rusuh di Mako Brimob

Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari penyidik, diketahui dua perempuan terduga pelaku teror yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat dan Temanggung, Jawa Tengah itu mencoba datang dan menyusup ke Mako Brimob untuk melakukan aksi penyerangan kepada anggota polisi, membantu perjuangan para napi terorisme. Kedua perempuan terduga pelaku teror juga hendak memastikan para napi terorisme sudah tidak ada dan dipindahkan ke Nusakambangan.

Saat ini Polisi telah mengamanan barang bukti berupa satu buah gunting yang akan digunakan untuk menusuk anggota Brimob.

Berikut adalah profil dua wanita terduga pelaku teror yang ditangkap polisi itu yang dilansir oleh Kumparan:

1. Dita Siska Millenia

Dita Siska Millenia alias Maumil alias Ukhti Dita alias Dita lahir merupakan perempuan yang lahir di Temanggung, 25 Januari 2000. Dita bekerja sebagai Guru Tajwid di Pondok Dauhrul Ulum, Cilacap.

Saat duduk di bangku SMA, Dita sempat ikut dalam organisasi Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM). Ia lulus dari SMK Muhammadiyah Kendal tahun 2017. Dalam setahun terakhir perempuan berusia 18 tahun ini aktif mengikuti perkembangan Daulah Islamiyah di media sosial.

Selanjutnya, pada pertengahan 2016 Dita memutuskan berbaiat mendukung ISIS pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi. Dari tangan Dita polisi mengamankan sebuah Kartu Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Identitas KTP, hingga satu buah dompet.

2. Siska Nur Azizah

Siska Nur Azizah alias Siska alias Fatmah alias Teteh lahir di Ciamis, 31 Desember 1996. Siska merupakan seorang mahasiswa semester enam di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat. Siskamemiliki pekerjaan sampingan berjualan donat di kawasan kampus.

Berdasarkan kesaksian yang diberikan Siska, pada tahun 2016-2017 Siska sempat bergabung dalam kelompok Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW9). Siska juga mengikuti sejumlah organisasi lain seperti UKDM Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa dan Ikatan Remaja Masjid.

Sama halnya dengan Dita, Siska memutuskan berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi pada Oktobr 2017 atas keinginan sendiri. Kemudian keduanya bertemu di salah satu grup di Whatsapp pada tahun 2017. Adapun grup tersebut memang aktif membahas tentang ilmu tauhid, akidah, jihad hingga upaya memerangi thogut.

Wapadai ISIS di Indonesia. Berdasarkan berita di atas, kini mereka mencari pengikut via medsos dan WA. Ayo perkuat pendidikan Islam di keluarga kita. Hadir selalu sholat berjamaah di Masjid, terutama sholat Shubuh. Terus doakan selalu keselamatan Ummat dan NKRI!