IKEA Bela Pegawainya yang Diserang Pelanggan Rasis Karena Berhijab

IKEA Bela Pegawainya yang Diserang Pelanggan Rasis Karena Berhijab

Diposting pada 3.639 views

Ngelmu.co – Perusahaan furniture asal Swedia, yang kita kenal dengan nama IKEA, membela salah satu pegawainya yang dilecehkan karena ia berhijab.

IKEA Bela Pegawainya yang Diserang Pelanggan Rasis Karena Berhijab

 

Menyerang Wanita Berhijab

Dalam sebuah kritik melalui Google Reviews, seorang pelanggan wanita memberikan ulasan bernada melecehkan. Ia menuliskan, bahwa dirinya sangat menyesalkan karena adanya seorang kasir Muslim berhijab di salah satu persuahaan itu di Aubonne, Swiss.

“Sayang sekali menemukan kasir berjilbab. Saya tidak akan pernah masuk ke toko ini lagi,” kata ulasan itu.

Tak berselang lama, ulasan bernada rasis itu pun ditanggapi oleh pihak IKEA dengan mengatakan bahwa perusahaan memiliki nilai yang menghormati semua orang.

IKEA Meminta Pelanggannya untuk Lebih Bijak

Bahkan, dalam tanggapannya tersebut, IKEA meminta agar pelanggan tersebut lebih bijak lagi, dengan tidak menilai seseorang hanya dari apa yang mereka pakai.

“Perusahaan kami memiliki nilai yang jelas: menghormati semua orang, terlepas dari asal, orientasi seksual atau agama mereka Sebelum menilai seseorang berdasarkan penampilannya, Anda harus mengenal mereka.”

“Kami tidak merasa sedih karena seseorang yang berpikir seperti ini tidak akan kembali ke toko kami,” tambahnya.

Atas tindakannya yang membela pegawai berhijab itu, IKEA menuai pujian dari banyak pengguna media sosial karena berani mengutuk keras pernyataan Islamfobia dari seorang pelanggan yang sudah menghina karyawan tersebut. Mereka pun akhirnya bergegas untuk memberikan lima bintang untuk IKEA.

Baca Juga: Karena PKS, Hotel Margo Mengubah Kebijakannya Soal Larangan Karyawan Berhijab

Perlu diketahui, penyerangan terhadap karyawan IKEA yang berhijab itu terjadi di tengah perdebatan di masyarakat Swiss mengenai penutup wajah, termasak niqab yang kerap dikenakan oleh beberapa wanita Muslimah di sana.

Pada tahun 2018 silam, pemerintah Swiss menentang kampanye masyarakat untuk larangan tersebut, dengan mengatakan, setiap wilayah harus memutuskan masalah ini secara mandiri.

Adapun dua wilayah Swiss, St. Gallen dan Ticino, telah memberlakukan larangan mengenakan burqa dan penutup wajah lainnya di muka umum.