Indonesia Butuh Presiden Baru, Kalau Sekarang Dipertahankan Ekonomi Makin Kacau

Ngelmu.co, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon turut  menyinggung hasil survei Median yang menyebut 46,37 persen responden menginginkan presiden baru. Hal itu diklaim sejalan dengan harapan dan klaim Gerindra selama ini.

“Kalau yang sekarang dipertahankan, ekonomi Indonesia akan semakin kacau,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/4).

Lebih lanjut, Fadli juga turut membantah kabar kalau Prabowo Subianto bakal memberi jalan kepada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyobuat bersaing dalam Pilpres 2019. Menurutnya, pencapresan Prabowo sudah resmi ditetapkan dalam Rapimnas Partai Gerindra.”Tidak ada (tiket capres untuk Gatot). Itu semua sudah terbantahkan, dalam Rapimnas Gerindra itu mengajukan Pak Prabowo sebagai capres,” ujar Fadli .

Fadli juga kembali membantah Prabowo kekurangan modal menghadapi Pilpres 2019. Sebab menurut dia seluruh kader Gerindra siap menggelontorkan duit buat memenangkan Prabowo. “Kami tidak ada masalah dengan logistik. Logistik itu permasalahan kecil,” ujarnya.

Sebelumnya, Media Survei Nasional (Median) merilis hasil surveinya. Mayoritas masyarakat menginginkan Joko Widodo diganti oleh  pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Sebanyak 46,4 persen responden ingin Jokowi diganti tokoh lain,” kata Direktur Riset Median Sudarto ketika merilis hasil survei elektabilitas kandidat calon presiden di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Disebut mayoritas karena jumlah tersebut lebih banyak daripada responden yang menginginkan Jokowi memimpin kembali, yakni sebesar 45,22 persen. Ada 8,41 persen responden yang memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu.

Median melakukan survei dengan sampel 1.200 responden yang memiliki hak pilih. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling serta proporsional atas populasi di provinsi dan gender. Adapun kontrol kualitas dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

Sejauh ini, nama penantang Jokowi masih belum mengerucut. Ada Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan dan lainnnya. Sementara Prabowo Subianto sudah mendapat mandat resmi dari Gerindra untuk maju sebagai capres namun belum mendeklarasikan diri.