Ini Strategi GNPFU Menangkan Prabowo-Sandi

Diposting pada 131 views

Ngelmu.co, JAKARTA – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama bakal menerapkan strategi di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 untuk memenangkan pasangan bakal calon Presiden Prabowo Subianto dan bakal calon Wakil Presiden Sandiaga pada pemilihan umum 2019.

Hal ini diutarakan langsung oleh Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak, dalam acara Indonesia lawyers Clubs (ILC),¬† berjudul “Ijtima Ulama II & HRS Dukung Prabowo-Sandi: Perebutan Suara Umat Islam,” di tvOne, Selasa, 18 September 2018.

“Kami telah pernah membuktikan di DKI, partai pendukung saudara Anies dan Sandiaga sama koalisinya dengan hari ini, di situ kami anggap secara lokal provinsi DKI, insya Allah kita maksimalkan secara nasional,” kata Martak.

GNPF Ulama mencatat, sudah ada ratusan orang yang bersedia untuk menyediakan rumahnya sebagai posko pemenangan Prabowo-Sandiaga.“600 posko rumah yang digunakan,” ujarnya.

Dia juga¬†mengakui, perubahan dukungan pada ulama yang tergabung dalam GNPF Ulama tidak dimungkinkan terjadi ketika Presiden Joko Widodo memilih Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin sebagai Calon Wakil Presidennya.

Menurut dia, pengumuman dipilihnya Ma’ruf Amin menjadi cawapres juga sangat mepet dengan pendaftaran terakhir yaitu pada 10 Agustus 2018. Untuk itu, tidak ada kemungkinan untuk ubah dukungan paslon sesuai dari hasil Ijtima Ulama pertama sebelumnya.

“Saat itu tanggal 9 Agustus 2018 sangat mepet pendaftaran, jadi tidak ada kemungkinan untuk perubahan dukungan (pada ulama). Terlebih semangat Ijtima ulama itu sebenarnya adalah pergantian presiden,” ujar Yusuf.

Ia mengungkapkan, tak ada perubahan pada keputusan dukungan paslon Prabowo-Sandi di Ijtima Ulama II juga disebabkan karena pada Ijtima Ulama pertama sudah memutuskan untuk tetap mendukung Prabowo Subianto.

Selain itu, dalam pertemuan Ijtima Ulama II juga dilakukan komunikasi dengan para ulama untuk mendorong Prabowo-Sandi mau menandatangani pakta integritas, dan akhirnya dilakukan saat itu pukul 15.00 WIB pada tanggal 16 September 2018.

“Dalam dukungan ini kami tak minta jabatan apapun, kami ikhlas dukung dan tak ada satupun partai di sini dan kami bergerak bahu membahu. Di tambah saat ini ada 600 rumah siap jadi posko GNPF Ulama,” ujarnya.