Perbedaan Aksi 212 dan Apel Kebangsaan

Inilah 4 Perbedaan Mencolok Aksi 212 dan Apel Kebangsaan

Diposting pada 5.233 views

Perbedaan Aksi 212 dan Apel Kebangsaan

Ngelmu.co – Apel Kebangsaan bertajuk ‘Kita Merah Putih‘ baru saja usai. Acara yang dihelat di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (17/3/2019) itu banyak yang membandingkannya dengan Aksi 212 dan reuninya. Apakah sebanding?

Image result for Kawal Pemilu Kita protes apel kebangsaan
Kawal Pemilu Kita (KPK) menggelar unjuk rasa terhadap Kegiatan Apel Kebangsaan Kita Merah Putih. Demo dilakukan di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (16/3).

Berikut data dan fakta yang dirangkum Redaksi Ngelmu seputar dua acara tersebut di atas:

[read more]

1. Penggagas

Aksi 212 dan Reuni Alumni 212 digerakkan oleh para ulama. Ada Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bachtiar Natsir, KH Abdul Rosyid dan lainnya.

Apel Kebangsaan diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

2. Sumber Dana

Aksi 212 dan Reuni Alumni 212 dananya dari swadaya umat.

“Bicara cost, anggaran pasti setiap event punya budget. Tapi budget kami paling banyak logistik. Dan itu dari umat semua,” ungkap Ketua Reuni Akbar 212 Slamet Ma’arif dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (1/12).

Apel Kebangsaan menghabiskan anggaran Rp 18 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Kritikan pun berhamburan karena dianggap menghabiskan uang rakyat.

“Dulu mereka menghina #aksi212 padahal kami ongkos pake duit sendiri, makan duit sendiri…Nah sekarang 18 M duit negara dipake buat #Apelkebangsaan kok pada diem2 bae…?” kata pemilik akun Twitter @mang**o12, Ahad, 17 Maret 2019.

3. Peserta

Aksi 212 dan Reuni Alumni 212 dihadiri jutaan umat manusia. Lapangan Monas penuh sesak dan jalan-jalan di sekitarnya dipadati lautan manusia. Peserta tak hanya datang dari Jabodetabek tapi juga daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan dan lainnya.

Belum ada data resmi jumlah peserta Apel Kebangsaan. Tapi jika melihat situasi di lapangan, jauh dari jumlah peserta Aksi 212 dan reuninya. Peserta pun mayoritas dari Jawa Tengah.

4. Perilaku Peserta

Aksi 212 dan Reuni Alumni 212 berlangsung tertib, aman dan lancar. Rumput tak diinjak, tak ada sampah berserakan. Juga tidak ada peserta yang mabuk.

Apel Kebangsaan memang berlangsung tertib. Tapi di tengah acara, polisi menciduk peserta remaja yang sedang mabuk.

Sampah juga berserakan seperti yang diunggah netizen di media sosial. Soal sampah ini, pihak penyelenggara sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkannya. Ada tim khusus yang dibentuk.

Ratusan pasukan bersih-bersih dikerahkan dalam acara itu. Membawa kresek besar, mereka menyisir untuk memungut sampah yang berserakan.

Tak hanya memungut sampah, mereka juga aktif menyosialisasikan tentang pentingnya menjaga lingkungan kepada para peserta. Pesan-pesan itu mereka sampaikan dengan berteriak bahkan ada yang membawa megaphone.

“Ayo bapak ibu, jagalah kebersihan. Buanglah sampah pada tempatnya. Jangan injak taman. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga merupakan upaya merawat Indonesia,” kata petugas kebersihan.

Demikian data dan fakta Aksi 212 vs Apel Kebangsaan. Pembaca bisa mengambil kesimpulan sendiri.

 

Erwyn Kurniawan

Anda telah membaca berita berjudul :

Inilah 4 Perbedaan Mencolok Aksi 212 dan Apel Kebangsaan

 

Perbedaan Aksi 212 dan Apel Kebangsaan

[/read]