Innalillahi, KH Muhammad Ma’shum Bondowoso Meninggal

Ngelmu.co – Innalillahi wainnailahiroji’un. Indonesia ditinggalkan salah satu tokoh ulamanya. Adalah yang telah Allah panggil Kyai Haji Muhammad Ma’shum (Kyai Ma’shum Bondowoso), pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur.

Berita meninggalnya KH Ma’shum diketahui dari postingan facebook Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Almarhum terakhir kali terlihat di publik saat Ijtima Ulama I. Beliau datang dengan kursi roda dan selang infus.

Berikut adalah tulisan di akun facebook Prabowo Subianto tentang almarhum.

Baca juga: Ijtima Ulama, Islam Spring dan Akhir Sebuah Buih

Innalillahi wainnailahiroji’un

Saya dan keluarga besar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Kyai Haji Muhammad Ma’shum (Kyai Ma’shum Bondowoso), pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur.

Beliau bagi saya sangat berarti, seorang guru dan orang tua bagi saya. Semangat juang beliau untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia, menjadi penyemangat bagi saya selama ini.

Perjuangan almarhum wajib dicontoh oleh para generasi muda, di mana semangat dan cintanya kepada Republik ini tidak pernah surut. Bahkan walau menderita penyakit kanker paru-paru stadium empat, semangat almarhum tidak pernah surut, selalu memberikan semangat, selalu mengingatkan untuk selalu berada di jalan kebenaran. Ada salah satu pantun dari almarhum yang selalu saya ingat:

Naik kereta api kita katakan naik sepur
Di atas sepur ada kondektur
Daripada mati di atas kasur
Lebih baik mati di medan tempur

Jangan biarkan semangat dan perjuangan beliau berhenti sampai di sini. Kewajiban bagi kita yang masih hidup adalah untuk melanjutkan semangat dan perjuangannya.

Semoga amal ibadah pak Kyai diterima dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.