Habib Rizieq bertemu politisi PDIP. (Foto: Istimewa)

Bertemu Politisi PDIP, ini Pesan Habib Rizieq untuk Partai Banteng Tersebut

Ngelmu.co, JAKARTA – Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menerima kunjungan politikus PDIP Erwin Moeslimin di Mekah. Foto Erwin saat bertemu Habib Rizieq beredar melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Tampak Habib Rizieq duduk di tengah, sementara Erwin di sisi kirinya. Terlihat satu orang lagi dalam foto.

Kedatangan politikus PDIP menemui Rizieq cukup menjadi perhatian. Sebab diketahui selama ini Rizieq kerap vokal mengkritik pemerintah, termasuk partai-partai pendukungnya. PDIP adalah partai pendukung utama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Elite PDIP, Erwin Moeslimin Singajuru bertemu dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah, Arab Saudi, Minggu (22/4) malam waktu Saudi. Langkah Erwin dinilai seperti senior PDIP, Taufiq Kiemas. Erwin sendiri belum bicara banyak soal pertemuan itu.

“Berarti Pak Erwin mengikuti jejak almarhum Taufiq Kiemas, yang rajin menyambangi tokoh-tokoh dan anak bangsa yang digambarkan saling bertentangan,” ungkap Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. 

Persaudaraan Alumni (PA) 212 membuka isi pertemuan itu. Humas PA 212, Habib Novel Bamukmin, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/4/2018), menyebut Habib Rizieq menitipkan 5 pesan kepada Erwin. Salah satu pesannya terkait dengan kader di internal PDIP.

“Iya benar dan Habib Rizieq sudah memberikan nasihatnya kepada pengurus PDIP itu dengan 5 poin,” ujar Novel.

Novel juga menyebut Habib Rizieq menitip pesan ke Erwin agar PDIP senantiasa mengedepankan kepentingan Islam. Berikut 5 poin pertemuan Habib Rizieq dan Erwin menurut versi Novel.

1. Habib Rizieq meminta kepada kepada Erwin agar PDIP benar-benar bersih dari keturunan PKI yang masih mengusung paham komunis, begitu juga kader yang berhaluan komunis atau mendukung komunis. 

2. Agar juga PDIP melepaskan diri dari neoliberalisme dan para misionaris jahat yang sangat intoleransi terhadap ajaran Islam.

3. Agar PDIP menjaga asas proporsionalisme dan adil dengan komposisi penduduk mayoritas yang 90% Islam juga mayoritas di PDIP sebagai kader dan pimpinannya juga 90% Islam.

4. PDIP juga harus segera mengevaluasi dan merevisi kebijakan yang anti-Islam. 

5. PDIP juga harus bisa menjadi partai nasionalis religius sehingga tidak selalu memusuhi agama dan ulama.