Opini  

Jagoan Neon Media Sosial

Jagoan Neon Media Sosial

Ngelmu.co – Jagoan Neon media sosial. Penyakit baru yang sedang mewabah, jemaah medsosiyah. Gemar menasihati, tapi malas mendengarkan nasihat.

Jagoan Neon Media Sosial …

Gemar membagikan nasihat, tapi malas membaca tulisan-tulisan mengandung nasihat, yang dibagikan orang lain.

Tulisan yang dibagikan pun, acap kali belum dibaca, langsung di-copy, paste, kemudian di-posting ke laman atau grup-grup media sosial.

Ironis-nya, tulisan keren itu, seolah-olah tulisannya sendiri. Padahal? Hasil copy-paste, alias nyontek tulisan orang.

Nyontek, tapi belum paham isi contekannya, karena langsung ‘dijual’ ke timeline, sebagai ‘hasil karya sendiri’.

Akibatnya, ada netizen yang kualitas ilmiah dan akhlak dunia maya-nya ketinggian, timpang dengan keadaan di dunia nyata.

Gubrak!

Padahal, tradisi ilmiah/literasi/akhlak Islam adalah menghidupkan kegemaran belajar dan mengajarkan, menasihati dan dinasihati, mengingatkan dan diingatkan.

كُونُوا۟ رَبَّـٰنِیِّـۧنَ بِمَا كُنتُمۡ تُعَلِّمُونَ ٱلۡكِتَـٰبَ وَبِمَا كُنتُمۡ تَدۡرُسُونَ

“… Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab (menasihati) dan karena kamu mempelajarinya (belajar atau dinasihati),” (QS. Ali ‘Imran: 79).

Apakah fenomena ini salah? Tentu saja, tidak sepenuhnya keliru.

Orang belajar agama atau apa pun di dunia maya, pasti ada manfaatnya. Hanya, seharusnya semua berjalan seimbang.

Antara citra diri di dunia maya, dengan kondisi objektif diri di alam nyata.

Seimbang, antara gemar posting nasihat, dengan getol (rajin) membaca, serta berinteraksi dengan postingan berbau nasihat pula.

Seimbang, antara getol belajar dari ‘Om Google’, dengan giat mengaji kepada Ustadz/Ustadzah (asli atau nyata) yang sholih dan sholihat.

Yang paling enak adalah tampil sholih, cermat, orisinal, dan positif di dunia maya, sekaligus sholih dan positif di dunia nyata.

Gak usah pakai topeng dan pencitraan.

Asli, adem dan bahagia.

Oleh: Sugeng Susilo

Baca Juga: Gelombang Mualaf saat Isu Terorisme dan Radikalisme Mengepung