Murka

Jokowi yang Dikritik, Staf Khusus yang Murka

Ngelmu.co – Mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia yang juga berasal dari Papua, Natalius Pigai, diketahui sering melontarkan kritik terhadap Presiden Joko Widodo. Terkait kritik-kritik yang dilontarkan Pigai, Staf Khusus Presiden Joko Widodo untuk Papua, Lenis Kogoya, murka. Lenis menilai bahwa Pigai dinilai selalu mengkritik dan memfitnah Jokowi.

Lenis menegaskan bahwa selama ini dirinya selalu diam ketika Pigai mengkritik Jokowi. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak dapat didiamkan lagi. Lenis ngamuk karena menilai apa yang dilontarkan Pigai merupakan hal yang tidak pantas dilakukan terhadap seorang kepala negara.

“Jadi saudara Natalius Pigai fitnah selama ini saya amati terus. Tetapi terakhir ini, sudah setop bicara. Kalau tidak mau dengar lagi, saya cari dia (Natalius Pigai). Saya kepala suku dan dia harus menghadap ke saya,” kata Lenis, di kantornya, Gedung Kemensesneg, Jalan Veteran III Jakarta, Jumat, 27 April 2018, seperti yang dilansir oleh Viva.

Baca juga: Masih 66 Janji Belum Ditepati, Jokowi Diminta Urungkan Niat Nyapres 2019

Lenis Kogoya adalah ketua tim relawan nusantara di Papua, yang memenangkan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Karena Lenis diangkat menjadi staf khusus untuk Papua, maka ia yang harus menjawab kritik-kritik dari Natalius sejauh ini.

Lenis ngamuk karena ia menyayangkan sikap Pigai, yang menurutnya tidak sesuai dengan adat Papua. Sebab, tidak pernah orang Papua mengkritik Presiden RI, dari Presiden pertama hingga saat ini.

“Maka, karakter saudara Natalius untuk menyampaikan kritik-kritik Presiden sebagai lambang negara, tetapi kalau kritik saya sebagai kepala suku Provinsi Papua semuanya tolak. Dan dia tidak punya hak untuk mengkritik Presiden,” ujar Lenis.

Dengan murka, Lenis mengatakan bahwa lebih baik Natalius pulang ke kampungnya, membangun lagi di sana. Lenis bercerita, dirinya juga sempat sekolah hingga mendapat gelar master, lalu membangun daerah terlebih dahulu.

Lenis terlihat tidak bisa menahan emosinya, menyaksikan sikap Natalius Pigai, menurut Lenis dengan murka, sudah tidak bisa ditolerir lagi dalam mengkritik dan memfitnah kepala negara.

“Jadi Natalius saya mau sampaikan, saya kepala suku Papua (minta) stop bicara, mulai dari detik ini. Saya sudah larang tidak boleh kritik Presiden. Saya sudah sangat marah, kepala suku provinsi sudah sangat marah,” ujarnya dengan emosi.

Lenis menegaskan bahwa selama ini Jokowi sudah berbuat lebih baik untuk Papua. Jokowi sudah datang ke Papua hingga tiga kali dalam setahun. Bahkan Jokowi sampai ke pelosok-pelosok yang rawan. Lenis mengatakan, kedatangan Jokowi itu upaya dirinya.

Selanjutnya, Lenis juga mengatakan bahwa banyak anak Papua juga ditempatkan di kementerian, disekolahkan hingga 1.030 setahun dari SMP hingga SMA. Begitu juga di jajaran Polri, banyak orang Papua yang sudah naik pangkat.

Apa yang dilakukan Jokowi, menurut Lenis, adalah keinginan Jokowi untuk menerapkan sila ke-5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Makanya, dia menilai, banyak pembangunan infrastruktur di Papua.

Dengan terlihat murka, Lenis menegaskan seharusnya Pigai dapat melihat itu. Lenis bahkan memerintahkan Pigai untuk menemuinya, agar bisa dipahamkan seperti apa pembangunan di Papua saat ini.

“Saya bicara, tidak boleh lagi mengganggu Jokowi. Jokowi tahun depan dua periode titik. Tidak ada lain-lain,” kata Lenis.