Caleg Muda PKS Divonis Bersalah, Ayahnya Ungkap Keanehan

Diposting pada 529 views

Ngelmu.co – Salah seorang Caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ciamis, Azmi Zaidan Nashrullah yang merupakan anak dari Anggota DPRD Provinsi Jabar, Didi Sukardi divonis empat bulan kurungan penjara. Azmi dinyatakan bersalah, karena dinilai melakukan kampanye di tempat yang tak semestinya, yakni bangunan bekas PAUD.

Namun, Didi menilai putusan hakim tersebut tidak adil. Sebab, pelaku kasus money politik yang terjadi pada Pilkada kemarin, hanya mendapatkan hukuman percobaan. Sedangkan kasus ringan yang terjadi pada putranya, justru menjerat hingga ke jeruji besi.

“Menurut kami, kasusnya masih bisa ditafsirkan debat-able, apakah masuk kategori pelanggaran Pemilu atau tidak. (Tapi) ini malah divonis hukuman kurungan. Jelas menurut kami ini aneh,” tegas Didi.

Kasus money politik Pilkada Ciamis sendiri disidangkan di Pengadilan yang sama, yakni Pengadilan Negeri Ciamis. Namun, kasus money politik yang masuk kategori perkara paling berat dalam aturan Pemilu, justru kalah dengan persoalan kampanye di Posyandu.

Padahal, menurut Didi, tempat kampanye yang dipersoalkan dalam kasus putranya bukan lagi merupakan lembaga pendidikan. Sebab, menurut keterangan pemilik yayasan, sejak tahun 2011 hingga saat ini, tempat tersebut sudah dijadikan Posyandu, bukan lagi PAUD.

“Yang menentukan lokasi kampanye anak saya itu para kader Posyandu, lantaran tempat itu biasa dipakai berkumpul mereka. Dengan begitu, anak saya tidak merasa melakukan pelanggaran. Sebab, dia hanya diundang untuk datang ke tempat itu, dan diberi kesempatan sosialisasi kepada calon pemilih,” ungkap Didi.

Bagi Didi, kasus ini semakin aneh saat Bawaslu hanya melanjutkan satu temuan kasus pada Pileg 2019, yakni kasus yang melibatkan Azmi.

“Masa Bawaslu Ciamis tidak menemukan kasus-kasus pelanggaran Pemilu lainnya. Padahal, sepengetahuan saya dan sudah diketahui masyarakat banyak, money politik di Ciamis selama proses kampanye terjadi di mana-mana. Tapi kenapa hanya memproses kasus anak saya saja? Ini ‘kan aneh,” lanjut pria yang kembali terpilih menjadi Anggota DPRD Jabar tahun ini.

Melansir Harapan Rakyat, Didi menduga adanya tendensi tertentu yang menjadikan anaknya sebagai sasaran. Terlebih, petugas Bawaslu Ciamis dikabarkan terus menguntit ke manapun anaknya melaksanakan kampanye.

“Sebagaimana dalam pembelaan, anak saya mengatakan dia tidak ingin mencederai demokrasi. Dia justru tampil sebagai salah satu Caleg muda yang memiliki visi-misi masih bersih, dan ingin menegakkan keadilan,” tutur Didi.

Azmi sendiri divonis 4 bulan kurungan penjara, dengan denda sebesar Rp10 juta subsider 2 bulan kurungan, oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis, Rabu (08/05).

Ia dinyatakan melanggar Pasal 280 ayat 1 huruf H juncto Pasal 521, tentang Larangan Kampanye di Tempat Pendidikan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Menyatakan terdakwa AZ terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Pemilu Pasal 280 ayat (1). Selanjutnya Majelis Hakim menjatuhkan vonis 4 bulan kurungan dengan denda Rp10 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis David Panggabean, SH.

Beberapa pertimbangan yang memberatkan terdakwa, menurut David, adalah perbuatannya sebagai Caleg DPRD Ciamis dan pelaksana kampanye yang tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Sementara untuk pertimbangan yang meringankan, terdakwa selama ini belum pernah tersangkut kasus hukum, terdakwa juga mengaku menyesali perbuatanya. Usia yang masih muda pun menjadi pertimbangan.

“Putusan ini akan dianggap disetujui apabila dalam tiga hari, terdakwa atau tim kuasa hukumnya tidak mengajukan langkah hukum selanjutnya. Kami beri waktu tiga hari untuk pikir-pikir, menerima putusan atau melakukan upaya banding,” pungkas David.

Didi Sukardi terlihat berusaha tegar, tetapi istrinya, Siti Rahmah tampak tak kuat menahan tangis atas putusan yang mendera anaknya, si sulung dari enam bersaudara itu.

“Ini semacam kado ulang tahun buat saya. Kebetulan hari ini (8/5) saya berulang tahun,” ujar Didi, yang mengaku akan salat istikharah terlebih dulu, sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Azmi sendiri merupakan Caleg dari Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Ciamis, Cikoneng, Sadananya, dan Sindangkasih. Sementara lokasi kampanye yang dijadikan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus ini, berada di salah satu Posyandu, di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis.