Berita  

Karakter Superman Biseksual di Komik Terbaru Panen Kecaman

Superman Biseksual
Tom Taylor, penulis Superman: Son of Kal-El #5

Ngelmu.co – DC Comics menggambarkan karakter Superman di serial komik terbaru ‘Superman: Son of Kal-El’, sebagai seorang biseksual.

Kabar ini sampai ke telinga masyarakat Indonesia, dan mereka langsung mengecamnya.

“Menjijikkan. Kalian mau merusak anak-anak kami?!” kritik pengguna Twitter, @JungleDevil, keras.

“Makanya kenapa, bendera pelangi getol banget dipublikasiin, dari mulai perfilman, sampai olahraga juga bendera corner kick-nya pernah pakai pelangi,” sahut @ahyarichenkoACM.

“Inilah tujuannya, meluaskan komunitas secara ‘paksa’, dengan memanfaatkan media hiburan kepada masyarakat. Najis,” imbuhnya muak.

Pemilik akun @hafitz5982, menimpali. “Kekuatan di belakang LGBT, begitu tak terbatas.”

“Gila, sampai ke komik yang notabene dibaca anak muda,” sambungnya. “Agenda LGBT gila, sih.”

“Hati-hati buat anak-anak kita, terutama dari internet. Ngeri banget,” lanjutnya lagi.

Pengguna Twitter @farawawa_, pun khawatir. “Ngeri. Semua-mua diselipin LGBT. Bahkan sudah merambah ke buku anak-anak.”

“Makin absurd, gara-gara open minded,” kata @FIZASIREGAR.

Respons MUI

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, merespons kabar ini.

Dengan tegas ia berharap, komik Superman yang akan rilis pada November mendatang, tidak diperjualbelikan di Indonesia.

“MUI mengimbau, pemerintah untuk turun dan melarang peredaran komik tersebut.”

“Karena kontennya benar-benar tidak sesuai dengan Pancasila, dan dengan jati diri serta budaya kita, sebagai bangsa yang religius.”

“Jangan dibiarkan beredar,” tegas Anwar, secara tertulis, Selasa (12/10) kemarin.

Baca Juga:

Menurutnya, karakter biseksual ini sama saja dengan menyosialisasikan paham lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Terlebih karakter tersebut merupakan tokoh utama dalam komik.

“Berarti, komik tersebut telah mereka fungsikan untuk kepentingan sosialisasi paham LGBT,” kritik Anwar

Maka itu MUI berharap, kepolisian juga turun tangan, mencegah peredarannya di Tanah Air.

Sekaligus melakukan tindakan hukum, jika ada pihak yang memperjualbelikan komik tersebut.

“Kalau bisa, pihak kepolisian menangkap si pembuat dan si pengedar komik tersebut,” pinta Anwar.

“Karena yang bersangkutan telah merusak mentalitas anak-anak dan generasi bangsa,” tutupnya.

Superman: Son of Kal-El #5

DC Comics, menggambarkan Jonathan Kent–putra dari Superman Clark Kent dan jurnalis Lois Lane–sebagai biseksual di komik terbaru.

Sama seperti ayahnya, ia juga jatuh cinta kepada seorang pewarta. Namun, teman kuliahnya itu adalah pria, Jay Nakamura.

“Ini bukan gimik,” kata sang penulis, Tom Taylor, dalam sebuah wawancara di Melbourne, Australia.

Saat mendapat tawaran pekerjaan itu, ia merasa akan membuang peluang, jika membuat karakter yang sama untuk tokoh Superman baru di DC Universe.

“Kami tidak mau, ini jadi, DC Comics membuat Superman baru yang aneh.”

“Kami ingin, ini jadi, ‘Superman menemukan jati dirinya, menjadi Superman, dan menyatakan orientasi seksual’.”

“Dan saya kira, ini pembeda yang penting,” akuan Taylor.

Lebih lanjut ia mengatakan, semua orang butuh pahlawan, dan berhak melihat pribadinya dalam sosok pahlawan itu.

Superman, selalu membela harapan, kebenaran, dan keadilan, kata Taylor.

Cuitan Tom Taylor, sebelum mengumumkan orientasi seksual Jonathan Kent di Superman: Son of Kal-El #5