Karena Sang Ibu Takut dengan Islam, Anaknya Terkena Cinta Sejenis

 

Ada dua kasus yang terjadi yang menurut saya perlu diinformasikan kepada orang tua. Pesannya jelas: Jangan alergi dengan Islam!

PERTAMA, ada seorang ibu yang awalnya menyekolahkan anaknya ke sekolah SD Islam, namun karena maraknya isu radikalisme, ia khawatir anaknya menjadi radikal, anti kebhinekaan, akhirnya ketika SMP ia menyekolahkan anaknya ke sekolah International. Maksudnya ingin anaknya memiliki wawasan global dan terbebas dari ajaran Islam yang dianggapnya berpotensi membuat anaknya radikal.

Namun ibu itu bersama suaminya datang menemui kami mengajak anaknya sambil menangis, karena anaknya didapati menjadi penyuka sejenis (lesbian), minum alkohol, pergaulan bebas, merokok dan suka berbohong serta melawan orang tua karena kebebasan dan pergaulan di sekolah International tersebut. Kini si ibu menyesal karena dulu dia menjauhkan anaknya dari Islam. Ibu berkata “dulu saya takut kalau dia terus di sekolah Islam, karena ramai isu Islam radikal, anti kebhinekaan, saya takut anak saya menjadi radikal”

KEDUA, ada seorang kakak mengajak adiknya menemui saya untuk konseling. adiknya terkena HIV positif akibat hubungan seks bebas sesama jenis(gay). Awalnya ketika adiknya SMA di kampung, ia aktif di Rohis, lalu lulus di PTN favorit di salah satu kota, si kakak berpesan agar selama kuliah di kampus tersebut jangan ikut-ikutan organisasi Islam, karena dia takut adiknya terkena aliran sesat.

Namun hari ini dia datang membawa adiknya, sambil menangis. “saya menyesal kenapa dulu melarang dia ikut organisasi keIslaman, namun tidak mengingatkan dia tentang bahaya kebebasan” ujarnya. Dia lupa mengingatkan adiknya bahwa bahaya yang sebenarnya adalah komunitas homoseksual, pecandu narkoba dan miras dan kebebasan.

Sang adik berkata “karena tekanan, susah mendapat nilai, saya stres, saya meninggalkan shalat, akhirnya saya mulai erokok lalu minum alkohol, lalu mulai menonton video porno sebagai hiburan (saat ini adiksi) dan saya masuk dalam komunitas homoseksual melalui sosial media, saya tertarik mencoba ternyata di kampus saya juga ada yang homoseksual dan akhirnya kami sering melakukan hubungan seksual sejenis dan beberapa orang teman saya pun saat ini tertular HIV Positif oleh saya”

Islam bukanlah agama teroris, Islam agama kedamaian. Jangan khawatir dengan Islam, karena Islam menuntun kita kepada jalan yang benar. Bersikap antilah kepada organisasi yang justru menjerumuskan anak kita kedalam kehancuran dan yang membahayakan NKRI. Organisasi yang justru melucuti nilai-nilai moral tinggi dan berteriak seolah-olah mereka yang paling menyuarakan kebebasan.

Salam Hormat

Muhammad Iqbal, Ph.D
Owner Rumah Konseling