Ade Armando Kebal Hukum

Kata FPI Usai Laporan Ditolak Bareskrim: Ade Armando Kebal Hukum

Diposting pada 711 views

Ngelmu.co – Bareskrim Polri menolak laporan Front Pembela Islam (FPI), atas Ade Armando, yang menyebut FPI sebagai organisasi preman. Bahkan, pria yang pernah tersandung kasus ‘Azan Tak Suci’ itu, berkali-kali melontarkan kata kasar.

Pernyataan kontroversial itu, Ade sampaikan dalam video berdurasi 15 menit 45 detik, yang diunggah kanal YouTube Realita TV, Ahad (2/2) lalu.

“Yang namanya preman beragama itu bangsat di mana-mana, sama dengan FPI yang bangsat, itu juga kelompok Minahasa itu bangsat. Merekalah yang akan menghancurkan bangsa ini. FPI yang ngerusak itulah bangsatnya. Kalau buat saya sih, FPI organisasi preman, bangsat, memang enggak bisa diterima,” kata Ade, sejak menit ke 6.16.

Maka Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar, yang merasa ada kejanggalan dalam penolakan laporan tersebut, menyebut Ade sebagai sosok yang kebal hukum.

“Pertanyaannya, kami mau belajar dari dia, dan ‘iri’, gimana caranya kebal hukum? Kemudian, kalau laporan kayak gimana?” tuturnya, seperti dilansir Detik.

“Kan yang laporin Rocky Gerung rombongan mereka juga. Kayak Abu Janda, langsung diterima dan diproses. Kita, ‘iri’ dan pengen belajar,” sambung Aziz.

Pihaknya menilai ini sebagai ketidakadilan, dan bukti hukum tebang pilih.

“Itu terbukti di beberapa hal, termasuk kali ini, kita buktikan sekali lagi, secara jelas nyata, pihak penyidik ditindak pidana umum menyatakan tidak mau memproses pelaporan kita,” beber Aziz.

“Padahal bukti sudah cukup, keterangan sudah jelas. Kemudian argumen sudah kita bantahkan,” imbuhnya, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

Lebih lanjut, Aziz membandingkan laporan FPI dengan kasus yang menjerat Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

“Argumennya antara lain, pertama, menyatakan bahwa yang melapor harus yang bersangkutan, artinya Ketua Umum FPI atau orang per orang merujuk ke pasal 310. Kita bantah, bahwa kita tidak menggunakan pasal 310, melainkan 156,” sebutnya.

“Kemudian mereka beralasan lagi adalah bahwa harus menyaksikan, saya bantah alasan tersebut, bahwa pada kasus Ahok, kita yang melaporkan tanpa ada di Pulau Seribu, bisa diproses,” lanjut Aziz.

Ia juga menyebut, penyidik enggan menerima laporan, karena pernyataan Ade ada di kanal YouTube Realita TV. Maka seharusnya, FPI diminta melapor ke Dewan Pers.

“Alasan berikutnya adalah bahwa melalui Dewan Pers, karena Realita TV ini melalui legalitas peran. Saya katakan lagi, bahwa itu tidak bisa, menurut hukum sudah kita jelaskan,” ujar Aziz.

“Kita lagi-lagi pakai bukti. Buktinya Rocky Gerung, tempo hari dilaporkan di Mabes Polri, di Polda Metro Jaya, pada saat keterangannya di ILC, tidak ada Dewan Pers, tidak ada TVOne, dipermasalahkan?” sambungnya.

Pihaknya yang merasa telah memiliki argumen hukum beserta bukti, lanjut bertanya, apakah ada perbedaan peraturan.

“Jadi argumen hukum sudah, bukti sudah, tapi ya mereka ya sudah, lapor saja di Polda. Kita katakan, apakah beda Kapolri-nya, apakah peraturannya beda? Sama ‘kan semuanya di republik ini?” jelas Aziz heran.

Ia pun mengulas banyaknya kasus Ade yang tak diproses polisi.

“Setelah kita telisik, ini ternyata banyak kasus Ade Armando ini, lima atau enam kasus, semuanya mangkrak, enggak jelas,” kata Aziz.

“Bahkan sampai detik ini ada yang (berstatus) tersangka, tidak ada kejelasan juga, masih bebas, dan akhirnya, orangnya bebas melanggar hukum apa saja,” imbuhnya.

Di akhir, Aziz menegaskan, FPI tak terima pernyataan Ade yang menyamakan ormas tersebut dengan Nazi.

“Jelas dia mengatakan bahwa FPI organisasi preman, dikatakan ‘bangsat’. Dia juga mengatakan orang Minahasa, bawa-bawa yang lain. Iya menyamakan Nazi dengan FPI. Banyak pernyataan lain dan sudah kita tandai,” jelasnya.

“Ada CD berisi download langsung dari video Realita TV, itu full 15 menit 45 detik. Kemudian ada transkrip juga, ada link YouTube juga. Gambar juga semua jelas. Kalau kurang bukti enggak pas, karena kita punya bukti itu,” pungkas Aziz.

Bukan kali ini saja Ade ‘menyerang’ FPI, sebab pada awal Januari lalu, ia pernah menyebut FPI dan kelompok 212, sedang membawa Islam ke jurang.

“Saya mau bilang begini, kita orang Islam, tapi Islam ini sedang dibawa oleh kaum 212, oleh FPI dan kawan-kawan, itu ke jurang,” kata Ade, seperti terekam dalam video bertajuk Kilas Balik 2019, yang diunggah kanal YouTube Cokro TV.

“Indonesia yang damai ini, ingin dijadikan Timur Tengah. Kita harus membuat Indonesia, bukan negara Islam,” imbuhnya kala itu.

Selengkapnya: Ade Armando Sebut 212 Hingga FPI Bawa Islam ke Jurang