Keputusan Ijtima Ulama

Kata UAS soal Keputusan Ijtima Ulama

Ngelmu.co – Ustaz Abdul Somad (UAS) merespon hasil keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. UAS dalam akun media sosialnya, baik di Facebook ataupun Instagram pribadinya menanggapi keputusan ijtima ulama tersebut.

Seperti yang diketahui, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional menghasilkan keputusan penting bagi umat Islam. Keputusan ijtima ulama tersebut menyatakan bahwa calon presiden yang didukung para ulama tersebut adalah Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI dan dua nama calon wakil presiden RI yakni Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri dan Ustadz Abdul Somad.

Terkait keputusan ijtima ulama tersebut, UAS menyatakan bahwa dirinya mendukung penuh pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Habib Salim Segaf Aljufri. UAS menyatakan bahwa dirinya tidak menginginkan posisi cawapres. UAS menyatakan bahwa ia siap untuk mendukung pasangan Prabowo dan Habib Salim.

Menurut UAS pasangan Prabowo dan Habib Salim merupakan pasangan yang tawazun atau seimbang. Seimbang karena berada di antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama dan banyak lagi alasannya.

Baca juga: Keputusan Ijtima Ulama: Prabowo Subianto Capres, Habib Salim dan Ustaz Abdul Somad Cawapres

Berikut adalah postingan UAS pada media sosialnya:

Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan.

Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim.

Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo.

Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu.

Fokus di pendidikan dan dakwah.

Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad

View this post on Instagram

Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan. • Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim. • Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo. • Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu. • Fokus di pendidikan dan dakwah. • Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad

A post shared by Ustadz Abdul Somad (Official) (@ustadzabdulsomad) on