Keluh Publik soal e-KTP Jadi Trending: dari Bansos Hingga Vaksin

  • Bagikan
Apa Fungsi e-KTP
Ilustrasi e-KTP

Ngelmu.co – Bantuan sosial (bansos) dan vaksin adalah dua hal yang membuat publik mengeluh soal e-KTP, hingga menjadi trending di media sosial Twitter.

Bansos

Berangkat dari usul Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kepada Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara).

Ingin mempercepat penyaluran bansos, Risma, menyarankan penggunaan kartu elektronik.

“Saya sudah bicara sama Himbara, BI [Bank Indonesia], dan OJK [Otoritas Jasa Keuangan], bagaimana kalau menggunakan kartu elektronik saja [melalui sistem digital].”

“Jadi tidak usah mencetak dan menggunakan kartu yang seperti ATM itu,” kata Risma, Kamis (22/7) kemarin, mengutip Tempo.

Di sisi lain, bank, perlu waktu cukup lama, yakni sekitar satu bulan, untuk mencetak kartu.

Namun, menurut Risma, usulan penggunaan transaksi digital ini merupakan bagian dari upaya, melakukan langkah-langkah akselerasi pada fase penyaluran bansos.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Risma, juga terus mendorong Pemerintah Daerah (Pemda), agar meningkatkan verifikasi dan validasi data.

Khususnya, dalam memenuhi alokasi penerima bantuan non-tunai kepada 5,9 juta keluarga.

“Karena ‘kan sesuai ketentuan dalam undang-undang, data penerima diusulkan oleh daerah,” kata Risma.

“Untuk mengakselerasi penyaluran bantuan, kami mengintensifkan koordinasi dengan Pemda,” jelasnya.

E pada e-KTP adalah Elektronik!

Namun, usul Risma, soal penggunaan kartu elektronik untuk mempercepat penyaluran bansos, malah membuat publik mengeluh.

Mereka jadi mempertanyakan, apa fungsi e-KTP, jika pemerintah masih saja memerlukan kartu-kartu elektronik lainnya?

Pakar media sosial, Ismail Fahmi, merespons kabar ini dengan cuitan singkat.

“E-KTP, E sama dengan Elektronik,” tulisnya dengan huruf kapital, melalui akun Twitter pribadi, @ismailfahmi, Jumat (23/7).

“Meskipun namanya e-KTP, saya baru tahu di dalam KTP saya, belum ada chip, ketika seorang petugas bank mencoba memverifikasi KTP tersebut dengan sebuah alat,” sahut @yennykartikaa.

“Pembukaan rekening saya ditolak, dan saya disuruh ganti KTP dulu,” bebernya lagi.

Sementara pemilik akun @nasutionfaisal3, sepakat dengan Ismail. “Betul, Bang. Tidak perlu buat kartu elektronik baru.”

“Buang-buang duit lagi nanti. Cukup pakai e-KTP. Hampir seluruh rakyat Indonesia sudah punya,” imbuhnya.

Selain Ismail, akun Twitter @NephiLaxmus, juga menanggapi usul Mensos Risma.

Namun, ia merespons dengan tanya. “Vendor mana lagi yang mbisiki, Bu? Buat apa e-Ktp. E-nya itu ‘Elektronik’, bukan ethok-ethok.”

Lebih lanjut, pemilik akun mencoba bicara kepada Mensos Risma. “Jika data di Kemensos beres, pasti ada informasi, NIK mana saja yang berhak menerima bantuan apa saja.”

“Warga cukup bawa e-KTP [Pak Dirjen Dukcapil demen nyebut KTP-El] ke bank atau gerai-gerai pembayar bantuan,” sambungnya.

“Coding-nya mudah, anak SMK Informatika bisa bikin,” imbuhnya lagi.

Vaksin

Selain bansos, keluhan publik soal e-KTP juga muncul, karena persoalan yang mereka hadapi saat hendak vaksinasi Covid-19.

  • Bagikan
ngelmu.co