Kembali Buka Donasi untuk Palestina, UAH: Jangan Ganggu Singa yang sedang Berzikir

  • Bagikan
Donasi Palestina UAH Tahap Dua
Foto: Instagram/adihidayatofficial

Ngelmu.co – Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang kembali membuka donasi untuk Palestina, berpesan, agar pihak mana pun, tidak mengganggu kebaikan yang tengah menyala.

“Jangan pernah mengganggu singa yang sedang berzikir,” begitu pernyataannya di awal video yang ia unggah pada akun Instagram resminya, @adihidayatofficial, Kamis (27/5).

Pihaknya, pada Senin (24/5) lalu, telah menyalurkan donasi tahap pertama [kurang lebih Rp30 miliar] melalui INH [International Networking for Humanitarian] dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Alhamdulillah, donasi untuk Palestina, tahap pertama, telah selesai digalang,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.

“Uang tunai sebesar kurang lebih Rp30 Miliar, terkumpul, sebagai bentuk dukungan dari rakyat Indonesia untuk kemerdekaan negara Palestina,” sambungnya.

Melalui video berdurasi 7 menit 18 detik, UAH, mengatakan bahwa donasi kembali dibuka karena semangat masyarakat Indonesia untuk membantu Palestina, begitu tinggi.

“Saya mencoba memegang amanah dengan baik, dan tanpa mengambil satu persen pun,” kata UAH.

“Jadi, insya Allah, kita tidak memotong sedikit pun, [karena donasi tersebut] untuk disalurkan sepenuhnya, demi kepentingan yang telah kita niatkan,” jelasnya.

UAH juga membahas, soal adanya usulan agar donasi yang masuk diaudit.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak. Saya mengucapkan terima kasih. Usulan-usulan itu akan kita laksanakan,” tegasnya.

UAH juga tidak keberatan jika pihak lain ingin mengaudit penggalangan donasi tersebut.

“Sehingga apa yang kita bisa berikan, diketahui, untuk persiapan kita melaju kepada hisab Allah di hari kiamat nanti,” tuturnya.

UAH pun kembali menegaskan, bahwa pihaknya tidak mengambil sedikit pun dari seluruh donasi yang masuk.

“Ini murni untuk diberikan, dan mudah-mudahan Allah beri kelancaran untuk kita semua,” ujarnya.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Bela Palestina: Aplikasi Al Qur’an Dihapus Google Hingga Sumbang Rp30 Miliar

Namun, UAH juga mengingatkan, kepada pihak mana pun yang sengaja mencari keributan di tengah niat baik banyak masyarakat Indonesia.

“Hati-hati bagi yang ingin memecah belah, bahkan menghadirkan unsur-unsur fitnah, awas, hati-hati, ya, kita pun akan melakukan tindakan tegas,” pesannya.

Pihaknya tak segan menempuh langkah hukum saat menghadapi siapa pun yang sengaja menyebar fitnah.

“Hati-hati, kita sedang mengamalkan amanat konstitusi. Kami sedang mengamalkan nilai ibadah tertinggi dalam Al-Qur’an Al-Karim,” sambung UAH.

Lebih dari pada itu, ia menekankan, bahwa seluruh masyarakat Indonesia yang terlibat sedang berusaha membalas budi Palestina, meski sedikit.

“Kita telah merdeka, dan situasi sekarang terbalik, untuk menguji di antara kita, siapa yang bisa berbuat serupa, dan kebaikan-kebaikan lebih besar,” kata UAH.

Maka itu ia mengingatkan kepada pihak mana pun untuk jangan sekali-kali menebarkan kebencian, adu domba, pun fitnah.

“Karena kami sedang melaksanakan amanat konstitusi. Jangan pernah mengganggu singa yang sedang berzikir,” tegasnya.

“Karena saat ia mulai mengaum, Anda tidak akan pernah bisa menghentikannya,” pungkas UAH.

  • Bagikan
ngelmu.co