Berita  

Kembalikan Beras Bansos, Warga Nganjuk: Warnanya Buram dan Kuning

Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bansos
Warga bandingkan beras bansos (buram) dengan beras hasil panen petani lokal (putih).

Ngelmu.co – Menilai beras bantuan sosial (bansos) yang diberikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, tak layak konsumsi, sejumlah warga penerima, di Desa Ketawang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mendatangi Kantor Kepala Desa setempat, untuk mengembalikannya, Selasa (2/6).

Butiran beras yang ada di dalam karung 20 kilogram-an itu, disebut tidak utuh, dan berbau tak sedap.

“Beras warnanya buram dan kuning, beras bantuan dari Kabupaten, [harapannya] minta ditukar yang bagus,” kata Lilik, salah seorang warga, seperti dilansir CNN, Rabu (3/6).

Menanggapi protes warga, Sekretaris Desa Ketawang, Puguh Pujianto, mengaku langsung melaporkan hal tersebut ke Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk.

Pihaknya, lanjut Puguh, juga sudah meredam keluhan warga dengan mengganti beras tak layak konsumsi tadi, dengan kualitas yang lebih baik.

“Kurang lebih sekitar sembilan orang. Kami mengharapkan untuk biar untuk ke-depannya, harapan kita berasnya biar layak konsumsi,” tuturnya.

Baca Juga: PDIP soal Jokowi Bagi Sembako: Ada Kemiripan dengan Umar bin Khattab

Setidaknya, ada 62 warga yang terdaftar sebagai penerima bansos dari Pemkab Nganjuk.

Mereka adalah warga setempat yang dinilai paling terdampak pandemi COVID-19.

Sementara dilansir situs resmi Pemkab Nganjuk, Bupati Novi Rahman Hidayat, menyebut pihaknya telah menyiapkan jaring pengaman sosial (JPS).

JPS dirancang, untuk membantu perekonomian warga terdampak wabah virus Corona.

Bantuan itu berasal dari dana APBD Kabupaten Nganjuk.

Di mana setidaknya, 22 ribu kepala keluarga, dipastikan mendapat JPS dari Pemkab Nganjuk.

Sedikitnya, ada 41.141 warga Nganjuk, yang terdaftar mendapatkan bansos dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.