Kereta Hidrogen Pertama di Dunia Akan Meluncur ke Indonesia

Diposting pada 138 views

Ngelmu.co – Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia yang berkesempatan memiliki kereta api ramah lingkungan dari Jerman. Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang menjajaki perjanjian, untuk melakukan uji coba kereta berbahan bakar hidrogen tersebut.

Bahkan, VP Public Relations PT KAI, Edy Kuswoyo mengatakan, sudah ada persetujuan antara pihak KAI dengan Alstom (perusahaan pembuat kereta dari Jerman). Namun, hingga kini, kesepakatan masih disusun oleh kedua belah pihak.

VP Public Relations PT KAI, Edy Kuswoyo

“Sekarang ini masih tahap pembuatan MoU untuk uji coba Teknologi KA Hidrogen, untuk digunakan di Indonesia,” tutur Edy lewat pesan singkat, Selasa (9/7), seperti dilansir Detik.

Jika saat uji coba nanti, evaluasi kereta hidrogen bagus dan berhasil untuk digunakan di Indonesia, menurut Edy, ada kemungkinan PT KAI langsung membeli kereta tersebut.

“Kalau uji cobanya berhasil, tidak menutup kemungkinan kita akan beli dari Alstom,” lanjutnya.

Diketahui, kereta hidrogen yang dimaksud, merupakan barang baru di dunia perkeretaapian. Karena Jerman baru meluncurkan untuk pertama kalinya di dunia, pada 16 September 2018 lalu.

Kereta hidrogen ini memiliki kecepatan maksimal 140km/jam, dan sangat hemat bahan bakar, karena hanya membutuhkan sekali pengisian, setiap kali sudah menempuh jarak 1.000 kilometer.

Pengoperasian kereta ini menggunakan elektrifikasi dari proses kombinasi hidrogen dan oksigen. Maka, dengan teknologi ini, emisi yang dikeluarkan adalah air.

Dalam sebuah pertemuan di Berlin Juni 2019, PT Kereta Api Indonesia KAI menyerahkan naskah MoU kepada Alstom selaku pembuat kereta hidrogen di Jerman. Indonesia akan mengoperasikan kereta ramah lingkungan ini di negaranya.
Maret 2019, rute sejauh 40 kilometer di negara bagian Niedersachsen, Jerman, menjadi perjalanan pertama yang ditempuh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, dengan menggunakan kereta hidrogen berkecepatan 80 km/jam. Ia ditemani Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno. Setelah uji coba itu, kesepakatan semakin matang.
Kereta hidrogen yang akan menjadi kerjasama antara PT KAI dan Alstom ini bernama Coradia iLint, dibangun oleh Alstom (perusahaan multinasional asal Prancis), dengan pembiayaan dari pemerintah federal Jerman, dan didukung oleh pemerintah negara bagian Niedersachsen, serta Eisenbahnen und Verkehrsbetriebe Elbe-Weser GmbH (EVB), perusahaan penyedia jasa transportasi kereta api di kota Bremervoerde, Jerman.

Sebagai bahan baku utama yang digunakan, hidrogen yang berasal dari biomass pun sumber-sumber energi berkelanjutan seperti energi angin dan matahari, jelas dapat mengurangi emisi efek rumah kaca dengan kecanggihan teknologinya yang ramah lingkungan.

“(Kelebihannya) ramah lingkungan, mengurangi Emisi rumah kaca. (Keretanya) tidak bising,” jelas Edy.

Karena kereta ini bisa berjalan di atas rel yang biasa digunakan, pemerintah pun tak perlu membangun infrastruktur rel baru.

“Tidak perlu bangun Infrastruktur baru. (Karena) bisa gunakan eksisting track,” pungkas Edy.