Ketegasan Samira Ghannoum Sebagai Muslimah dalam Kontes Masak Brasil Curi Perhatian

  • Bagikan
Samira Ghannoum Muslimah Bake off Brasil

Ngelmu.coSamira Ghannoum adalah Muslimah pertama yang mengikuti kompetisi masak di Negeri Samba, sekaligus menjadi pemenang, pada 2015 lalu. Namun, nama wanita keturunan Lebanon-Brasil itu semakin terkenal, bukan hanya karena kelihaiannya memasak.

Ia mencuri perhatian, lantaran ketegasannya sebagai seorang Muslimah–selama menjadi salah satu peserta ‘Bake off Brasil 2015’.

Bagi jutaan penonton, sikap Samira begitu menarik, hingga membuat mereka mencari tau lebih banyak tentang Islam dan budaya Arab.

“Saya sangat senang menjadi Muslimah pertama keturunan Arab yang memenangkan kompetisi ini,” tuturnya, mengutip Middle East Monitor, Jumat (19/2).

Memenangkan kompetisi bukan hal mudah bagi Samira, “Saya tidak tahu, bahwa partisipasi saya dalam program ini dapat mengubah kehidupan wanita lain.”

“Namun, saya melihat banyak Muslimah muda yang menonton saya di Bake off [Brasil], sekarang menjadi pembuat roti dan manisan,” imbuhnya.

Baca Juga: Jadi Konglomerat, 6 Muslim Ini Dikenal Dermawan

Samira juga telah memberikan penjelasan kepada produser dan juri, sebelum mengikuti program masak tersebut.

Ia menegaskan, bahwa sebagai seorang Muslimah, ada batasan bahan yang dapat ia pakai untuk memasak.

Sampai akhirnya, ada satu resep yang membutuhkan alkohol.

Samira pun tegas menolak. Bahkan, ia tidak keberatan jika penolakan itu membuatnya harus tereliminasi.

“Itu akan bertentangan dengan semua yang saya anut sebagai seorang Muslim. Saya tidak pernah menggunakan ramuan yang dilarang dalam Islam,” jelasnya.

Sepanjang kompetisi, Samira, juga tidak mencicipi hidangan jika mengandung bahan yang diharamkan Islam.

Setelah mengetahui tentang larangan bahan makanan dalam Islam, para pesaingnya dalam kompetisi itu pun semakin menghormati Samira.

Bahkan, tidak jarang mereka yang justru mengingatkan Samira, untuk tidak mencicipi suatu penganan, karena mengandung anggur.

Ia pun sangat berterima kasih, atas rasa hormat yang para pesaing tunjukan atas keyakinan serta budayanya sebagai Muslimah.

“Rasa hormat ini mempersatukan kami, terlepas dari perbedaan agama kami,” kata Samira.

Lebih lanjut, ia menuturkan, bahwa seorang wanita berhijab sudah menyiarkan Islam, sekalipun tanpa mengucapkan sepatah kata.

Pasalnya, cara berpakaian Muslimah, membangkitkan rasa ingin tahu, sekaligus mendorong orang lain untuk bertanya.

“Saya sendiri yang mengalaminya, dan Islam, mengajari kita untuk menghormati hukum serta menghormati tetangga kita, siapa pun mereka,” ujar Samira.

“Sangat penting untuk menunjukkan bahwa Islam, tidak menjadikan kita sebagai ‘alien’, seperti yang diyakini banyak orang,” imbuhnya.

“Setelah ini dijelaskan dan dipahami, rasa hormat dan kekaguman [akan] mengikuti,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: Omar Atiq, Dokter Muslim yang Anggap Lunas Utang 200 Pasiennya

Samira memenangkan kompetisi, setelah tampil dalam acara yang disaksikan oleh jutaan orang di 20 negara–Amerika Latin, selama 13 pekan.

Ia merupakan salah satu dari sekian banyak warga Lebanon, yang sukses dengan profesi pilihan mereka.

Samira juga aktif dalam komunitas lokal di seluruh penjuru negeri. Samira, meraih mimpinya melalui kompetisi ini.

Sebagai pemenang Bake off Brasil, ia juga telah menerbitkan buku masak pertamanya–bekerja sama dengan program tersebut.

Samira juga telah mengambil bagian dalam banyak acara untuk mempublikasikan bukunya, sekaligus identitasnya sebagai Muslimah di Brasil.

“Mereka secara teratur mengirim banyak pertanyaan, dan saya menjawab semuanya,” tuturnya.

“Saya bukan lagi hanya pembuat roti dan manisan, tetapi simbol wanita Muslim di masyarakat Brasil,” sambung Samira.

“Itu sangat berarti bagi saya dan keluarga, serta komunitas lokal, dan memang seharusnya begitu,” imbuhnya lagi.

Di Sao Paulo, Samira tinggal bersama suami dan lima putrinya. Ia terbiasa membuat kue dan manisan Arab untuk keluarga, teman, dan komunitas lokal.

Sampai akhirnya ia dibujuk untuk mengikuti kompetisi, “Saya sedang membuat kue dan permen untuk anak perempuan saya yang berulang tahun.”

“Ketika teman-teman melihat ini, mereka mulai meminta saya untuk mengikutinya [kompetisi],” sambung Samira.

Di sisi lain, presenter program Bake off Brasil, Ticiana Villas Boas, dan juri pun menilai Samira pantas mendapat penghargaan.

“Ia adalah peserta yang paling konstan, paling sedikit membuat kesalahan, dan membuat menu-menu paling enak.”

“Ia dilahirkan dengan bakat dari Tuhan, dan tangannya benar-benar seperti seorang koki. Jelas, bahwa ia melakukan segalanya dengan cinta dan komitmen.”

Kini menjadi publik figur dan dikenal jutaan orang di 20 negara di seluruh Amerika Latin.

  • Bagikan
ngelmu.co