Ketika FPI Melindungi Penghina UAS Dari Amuk Massa

Diposting pada 782 views

Ngelmu.co – Joni Boyok (JB) nampak tak segarang ketika membuat status di Facebook yang menghina Ustaz Abdul Somad dengan sebutan keturuanan ‘Dajjal’. Joni Boyok terlihat pasrah dan tertunduk lesu ketika diintrogasi di markas Front Pembela Islam (FPI).

Namun, nasib baik masih diterima JB. Sebab, meski warga Riau sudah sangat kesal dan siap berbuat apa saja terhadap dirinya yang telah begitu sombong menghina UAS, namun jiwanya masih ditolong ormas FPI Kota Pekanbaru. Joni Boyok, selama di Markas FPI hingga diantar ke Mapolda Riau, kondisi Joni Boyok tetap segar bugar dan tanpa lecet sedikitpun, meski mukanya terlihat kusut. Karena keamanan Jono Boyok dijamin oleh FPI.

“Kita pastikan dia aman dan tak lecet sedikitpun,” ujar Ketua FPI Kota Pekanbaru Husnie Thamrin, dikutip dari GoRiau.

Selanjutnya, ketika tiba di Mapolda Riau dengan diantar FPI, Joni Boyok pun mengakui kesalahannya. Joni Boyok beralasan bahwa saat membuat tulisan di akun facebooknya, ia sedang kalut karena urusan rumah tangganya.

Baca juga: Merasa Dihina, UAS Laporkan Pemilik Akun Facebook JB

Ketika ditanya mengapa urusan rumah tangganya dilampiaskan ke Ustaz Abdul Somad, ia pun akhirnya membuka mulut. Ternyata soal urusan rumah tangga bukan satu-satunya alasan dia menghina UAS.

Joni Boyok mengatakan bahwa dirinya memang tidak paham soal agama. Joni Boyok mengatakan bahwa dirinya membuat status tersebut karena dirinya salah mentafsir ceramah Ustadz Abdul Somad di media sosial.

“Saya awalnya melihat ceramah UAS di rumah teman, UAS mengatakan pada zaman dahulu kala air yang memabukan itu hasil dari permentasi buah-buahan. Saya merasa salah tanggap atas ceramah tersebut,” kata Joni.

Joni juga mengaku ia tidak suka melihat foto UAS yang dikirim oleh temannya di aplikasi messenger miliknya. Joni menilai foto UAS dengan teman-temannya dibawah gapura sebuah masjid bertulisan jogjakarta 1996, wajahnya takk bersahabat. Sehingga memicu dirinya memposting hinaan kepada UAS.

Diberitakan sebelumnya Joni Boyok diantar FPI Pekanbaru ke Mapolda Riau, guna menghindari amukan massa. Joni dan FPI diterima oleh unit kriminal khusus (Krimsus).

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan bahwa pelaku sudah diserahkan FPI ke Krimsus. Sunarto juga mengatakan bahwa pelaku mengakui perbuatanya dan bertindak kooperatif.

“Pelaku datang ke FPI, lalu diantar ke Krimsus. Disini, pelaku bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya. Alasan dia melakukan itu karena sedang kalut oleh masalah rumah tangga,” jelas Sunarto.