Ketika Publik Soroti Kata Menkominfo Bantuan Kemanusiaan FPI di Palu Hoaks

Diposting pada 328 views

Ngelmu.co – Beredar viral foto dan tulisan di sosial media tentang sigapnya Front Pembela Islam, FPI, yang membantu korba gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah. Menanggapi berita itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa hal itu merupakan hoaks.

Berita tentang bantuan kemanusiaan Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam yang terdepan dan sigap membantu korban Gempa Bumi di Palu, yang menjadi paling banyak menyedot perhatian publik, diungkapkan Kemenkominfo merilis informasi berkategori hoaks.

“Dari delapan hoaks yang kami rilis kemarin, paling banyak mendapat tanggapan publik, ya, soal FPI,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo, Ferdinandus Setu, di Gedung Kominfo Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018, dikutip dari Viva.

Baca juga: Kominfo: Foto Gerak Cepat FPI Bantu Gempa Palu, Hoaks

Ferdianndus juga mengungkapkan usai dirinya merilis tentang FPI adalah hoaks, ia mendapat banyak pesan dari berbagai pihak mengenai kebenaran informasi tersebut, termasuk dari pihak FPI sendiri.

Ferdinandus berdalih bahwa Menkominfo tidak pernah menyebut FPI tidak melakukan aktivitas bantuan kemanusiaan gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, namun hoaks yang ia maksud adalah gambar yang tidak sesuai dengan keterangan.

Ferdinandus mengatakan foto yang beredar tersebut sudah pernah disebarkan pada 2015 saat terjadi gempa bumi Sukabumi, Jawa Barat. Maka, ia menyatakan bahwa berita tentang FPI hoaks.

Ferdinandus menuturkan bahwa untuk menyampaikan konten berisi hoaks atau fakta, maka harus dilihat dari berbagai macam aspek, yaitu mulai dari judul, caption, hingga gambarnya. Karena semua itu merupakan satu-kesatuan.

“Kalau dikatakan satu-kesatuan fakta, ketika caption itu menyatu dengan foto bisa dikatakan sebagai fakta. Kami kategorikan sebagai hoax, ketidaksinkronan antara caption yang disebut sama foto,” jelas Ferdinandus.

Untu masalah bantuan FPI di Palu, ia menyebut ada ketidakcocokan antara foto dengan keterangan yang ada. Di dalam keterangan yang beredar tertulis ‘Gerak Cepat Relawan FPI Evakuasi Korban Gempa Palu 7,7 SR’. Padahal, menurut Ferdinandus, temuan Menkominfo mengatakan foto itu bukan di Palu, tetapi Sukabumi tiga tahun lalu.

Ferdinandus mengingatkan bahwa bantuan paling sederhana untuk gempa bumi Sulawesi Tengah adalah dengan tidak menyebarkan informasi bohong alias hoaks.