Ketika Tukang yang Awalnya Tak Tahu Cara Sholat, Kini Istirahat Kerja untuk Menyegerakan Sholat

  • Bagikan
Ustaz Hanan Attaki Pesantrend
Foto: Instagram/hanan_attaki

Ngelmu.co – Ustaz Hanan Attaki membagikan kisah menyentuh di akun Instagram pribadinya, @hanan_attaki.

Founder Shift Pemuda Hijrah itu menceritakan soal para tukang yang sedang bekerja, membangun Pesantrend.

Ustaz Hanan bersyukur. Sebab, tukang-tukang itu awalnya tidak mengetahui cara sholat.

Namun, kini, di bulan suci Ramadhan, meski sedang bekerja, mereka langsung istirahat untuk menyegerakan sholat.

“Bismillah, hari ini ada kejadian yang sangat istimewa di Pesantrend,” tutur Ustaz Hanan, di awal ceritanya.

“Tukang-tukang yang ikut membangun Pesantrend, tadinya tidak tahu cara sholat,” imbuhnya.

“Alhamdulillah, setelah acara tarawih, diajarin cara sholat, sekarang mereka semuanya sudah bisa sholat berjemaah,” sambungnya lagi.

“Dan break dulu untuk sholat, setiap mereka [sedang] kerja. Alhamdulillah, tausiah tarawih berkenan di hati mereka.”

“Semoga ke depan, Pesantrend, tetap menjadi tempat hamba-hamba kembali kepada Allah.”

“Karena mereka semua rindu Allah, hanya tidak tahu jalan pulang,” kata Ustaz Hanan.

Apa Itu Pesantrend?

Pesantrend adalah cita-cita yang berawal serta mulai berjalan dengan masuknya donasi dari berbagai pihak.

Donasi [yang dikumpulkan sejauh ini] berhasil membebaskan lahan seluas 2.600 m², di Desa Pasirjambu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pembebasan lahan merupakan tahapan awal, sebelum akhirnya Pesantrend, perlahan-lahan terwujud.

“Tempat di mana kita bisa ter-program untuk saling bersilaturahmi, beraktivitas positif, berkarya.”

“Dan semakin mendekat kepada Sang Maha Pencipta dan segala pemilik kehidupan ini.”

Ustaz Hanan, menyebut Pesantrend, sebagai tempat yang menjadi harapan untuk masa depan generasi emas Indonesia.

“Kawasan yang nantinya akan menjadi pusat peradaban positif anak muda. Tempat berkumpulnya anak muda lintas genre dan komunitas.”

“Tempat yang pantas untuk mereka berkarya, belajar, dan terutama beribadah.”

Di kawasan Pesantrend juga, mereka ingin mencetak pemuda-pemuda yang kreatif, tetapi dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Di mana masjid, kafe, studio kreatif, dan area workout untuk main, bisa jadi pusat kegiatan anak muda untuk beraktivitas dan berinteraksi.”

“Jadi, kawasan Pesantrend anak muda ini adalah sebuah ruang publik yang dikhususkan memang untuk mengakomodir lebih banyak potensi dan hobi anak muda.”

“Supaya bisa lebih terarah. Di mana, semua fasilitas anak muda, kita coba sediakan bersama.”

“Sehingga kita bisa mengajak anak muda bersama-sama belajar, beribadah, dan berkarya, dalam satu area.”

“Jadi, kalau kita bandingkan, ini sebetulnya lebih mirip dengan alun-alun atau pelataran masjid yang ada di setiap kota.”

“[Setiap kota] ‘kan ada alun-alunnya, ada masjidnya, dan itu masih satu area. Bisa dibilang kayak pelataran masjid, cuma dengan youth concept-nya.”

“Di mana, selama ini kita bisa melihat sendiri bahwa, aktivitas yang terjadi di alun-alun, tidak mengganggu kegiatan yang ada di masjid.”

“Mereka berjalan beriringan. Hanya, sekarang mungkin lebih segmented, lebih ke anak muda, supaya anak muda lebih nyaman untuk bisa beraktivitas di sana.”

Mengadakan Berbagai Program

Di sana, mereka menjalankan ‘Tahajud Camp’, yakni kegiatan yang meliputi pendakian, tahajud, barbeku-an, memanah, hingga menikmati malam dengan api unggun.

Di lahan tersebut, mereka ingin mewujudkan kawasan anak muda untuk dapat mempelajari Islam.

“Lahan ini kita akan pertahankan dari sisi rindangnya, pohon-pohonnya, tidak akan kita rusak alamnya.”

“Malah konsep Pesantrend kita itu, kita namakan ‘living with the nature’.”

“Jadi, kita datang bukan mau merusak alam, bukan mau merenovasi alam, tapi kita mau berdampingan dengan alam.”

“Jadi, kita membiasakan diri dengan alam. Supaya nanti semua konsep bangunannya pun dari alam.”

“Bambu, kayu, yang tidak akan ada pengerasan. Jadi, penyerapan air juga tetap tidak terganggu.”

Ustaz Hanan juga berharap, kawasan tersebut menciptakan kenyamanan untuk beribadah pun belajar, “Karena berdampingan langsung dengan kebesaran-Nya.”

Di lahan Pesantrend juga mereka akan membuat program ‘1000 Hafizh Pemanah’ atau ‘Hafizd Archers’.

“Jadi, nantinya selain mahir dalam membaca Al-Qur’an, para hafizh ini mempunyai keterampilan dalam memanah, berburu, sampai membuat panah itu sendiri.”

Mereka pun terus bergotong royong, membenahi kawasan Pesantrend. Mulai dari menanam pohon, hingga membersihkan lahan.

Aktivitas lain juga melengkapi keseruan mereka, seperti memanah, sampai bermain permainan tradisional, di antaranya egrang dan lodong.

Mereka juga melaksanakan kegiatan tarbiah alam. Menanam rumput di sekitaran lahan Pesantrend, “Agar terlihat rapi dan indah.”

Sembari terus melanjutkan tahap penentuan titik yang ideal untuk pembangunan masjid.

Selain itu, Pesantrend juga akan mengadakan program ‘Fatherhood’.

“Mengingat beberapa problem seorang ayah itu sulit mencari kegiatan untuk bisa bareng sama anak-anak, dan memiliki ‘memorable time’.”

Mereka akan membuat program edukatif, “Jadi, para santri tinggal datang dan mengikuti ‘educational tours’ di kawasan Pesantrend.

“Salah satu goalsnya adalah mengembalikan peran ayah dan ibu, sebagai pendidik terpenting bagi anak-anak.”

“Mudah-mudahan program sekolah keluarga ini menjadi solusi terbaik untuk mereka.”

Baca Juga: Pengantar Makanan Menepi untuk Sholat

“Semoga dari setiap kegiatan pendidikan dan dakwah di kawasan ini, menjadi pahala jariyah untuk para donatur dan semua pihak yang telah mendukung program pembangunan.”

Hingga Februari 2021, beberapa penggalan pembangunan kawasan Pesantrend, mulai terlihat, secara bertahap.

“Terima kasih buat semua donatur dan teman-teman yang sudah mendukung merealisasikan terwujudnya kawasan Pesantrend.”

“Sambil terus bahu-membahu, mudah-mudahan kebaikan ini mendatangkan ridho dari Allah. Aamiin,” tutup Ustaz Hanan.

Kalian dapat melihat sendiri tahapan proses pembangunan Pesantrend di akun Instagram resmi mereka, @pesan_trend.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by D’Pesan_Trend (@pesan_trend)

  • Bagikan
ngelmu.co