Ketika Wabah Penyakit Menjadi Epidemi Suatu Negeri

  • Bagikan
Ketika Wabah Penyakit Menjadi Epidemi Suatu Negeri

Ngelmu.co – Segala sesuatu yang terjadi di dunia, merupakan ketentuan Allah Swt. Seperti yang terjadi saat ini, khususnya di Indonesia. Di mana sebuah wabah penyakit merajalela, membuat penduduk bumi paniknya luar biasa. Bagaimana tidak, virus bernama Corona itu, menyebar begitu cepat.

Ketika Wabah Penyakit Menjadi Epidemi Suatu Negeri

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah penyakit ini sebagai pandemi. Untuk mengetahui lebih jauh, berikut ini terdapat beberapa hadits yang mesti kita pahami, terkait wabah penyakit yang menggegerkan dunia ini, sehingga kita dapat menjadikannya sebagai renungan.

Rehad (Renungan Hadits) 429
Ketika Wabah Penyakit Menjadi Epidemi Suatu Negri (Antisipasi Virus Korona Dalam Perspektif Hadits Nabi Saw) (1)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ (رواه مسلم)

Dari ‘Aisyah ra berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang tha’un lalu beliau mengabarkan bahwa tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum mu’minin. Dan tidak ada seorangpun yang menderita tha’un lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah telah mentaqdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid”. (HR. Muslim)

Takhrij Hadits;
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahìhnya, Kitab Ahadits Al-akhuya, Bab Hadits Al-Ghar, Hadits no 3215.

Hikmah Hadits;

1. Dalam Ad-Durar Al-Tsaniyah disebutkan bahwa tha’un adalah ;

وهو نَوعٌ مِنَ الوباءِ، وهو عِبارةٌ عن خُرَّاجاتٌ وقُروحٌ وأورامٌ رَديئةٌ أو هو المَرَضُ العامُّ والوَباءُ

Tha’un adalah jenis wabah penyakit yang menyebar (epidemi), yang dapat berbentuk abses, luka, tumor yang buruk, dan sebagainya. Atau ia adalah penyakit umum dan epidemi. Sehingga secara umum dapat diibaratkan bahwa thaun adalah wabah penyakit yang dapat menyebar dan menular dengan cepat serta berdampak mematikan kepada yg terkena wabah tersebut.

2. Bahwa di zaman Nabi Saw pernah terjadi wabah penyakit, yaitu wabah penyakit al-majdzum (kusta), yaitu suatu jenis penyakit yang dapat menyebar dan menular dari satu orang ke orang lain, melalui bakteri tertentu, baik melalui kontak langsung maupun melalui udara.

Dan terhadap berjangkitnya penyakit tersebut, Nabi Saw memperingatkan kepada para sahabat untuk melakukan tindakan preventif dengan cara menghindari sejauh mungkin agar tidak tertular atau terpapar terhadap bakteri atau virus penyakit tersebut. Beliau bersabda;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِرَّ مِنْ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنْ الْأَسَدِ (رواه أحمد)

Dari Abu Hurairah ra berkata, Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Jauhilah penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari kejaran singa.” (HR. Ahmad, no 9345)

Artinya bahwa Nabi Saw memerintahkan untuk mewaspadai penularan wabah penyakit seperti kusta dan sebagainya, dengan cara berusaha menghindari kontak dengan orang yang terkena wabah penyakit tersebut, bahkan diminta untuk menghindarinya sebagaimana seseorang menghindari kejaran singa.

3. Bahwa anjuran tindakan preventif yang diajarkan Nabi Saw, bukan sekedar hanya pada tahap menghindari orang yang terkena penyakit tersebut, namun bahkan hingga pada tahap tidak boleh terlalu sering memandangi orang yang terkena penyakit kusta tersebut, karena bisa jadi dikhawatirkan akan menimbulkan ketakutan mental yang berlebihan, lalu mempengaruhi persepsi dan kejiwaannya, yang justru dapat berakibat menjadikannya rentan terpapar penyakit tersebut. Dalan riwayat disebutkan;

ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُدِيمُوا إِلَى الْمَجْذُومِينَ النَّظَرَ (رواه أحمد)

Dari Ibnu ‘Abbas ra berkata; bahwa Rasulullah Saw Bersabda, “Janganlah terus-menerus melihat orang yang berpenyakit kusta.” (HR. Ahmad, no 1971)

4. Bahwa wabah penyakit tha’un secara umum berdasarkan hadits di atas, di satu sisi merupakan azab yang Allah Swt timpakan kepada suatu kaum Allah Swt kehendaki;

أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ

“tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa yang Dia kehendaki”

Namun disisi lain, tha’un atau wabah penyakit juga merupakan rahmat bagi orang-orang yang beriman:

وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum mu’minin..”

Dalam artian bahwa pada dasarnya tha’un (epidemi) penyakit adalah azab yang Allah timpakan kepada kaum tertentu, namun sekaligus juga menjadi rahmat bagi kaum mu’minin yang beriman kepada Allah Swt.

Karena apabila orang yang beriman pun pada akhirnya harus terkena wabah penyakit (virus) tersebut, lalu ia ikhlas dan bersabar, memgetahui bahwa hal tersebut merupakan kehendak Allah Swt, lalu ia tidak keluar dari daerahnya (ikhlas jika harus diisolasi), lantas Allah Swt mentakdirkannya wafat dengan penyakit tersebut, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yg mati syahid.

Baca Juga: Kasus Virus Corona Bertambah Warganet Ramai-ramai Suarakan #LockDownIndonesia

Dan orang yg mati syahid, tidak ada pahala baginya, kecuali surga. Semoga kita semua, keluarga kita, masyarakat kita, bangsa dan negara kita, serta umat Islam di seluruh penjuru dunia, dihindarkan Allah Swt dari segala wabah penyakit termasuk dihindarkan dari virus covid-19 (korona). Dan kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan serta keberkahan dari Allah Swt.

Wallahu A’lam

Oleh. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

  • Bagikan