Berita  

Ketika Warganet Tanggapi Status Facebook Ade Armando dengan ‘Gini Amat Nyari Duit’

Ade Armando Kematian Covid Inggris Indonesia
Foto: Facebook/emile.gani

Menurut hemat saya, Pak, maaf kalau ofensif, 73.000 yang meninggal itu orang. Bukan barang, dan itu yang ‘ketahuan’, karena tracing yang buruk.

Ada baiknya, Anda, tidak berbicara sesuatu yang di luar kompetensi Anda. Anda akademisi. Pengajar. Gak bijak mengeluarkan statement ini.

Terkait pilihan politik, Bung Ade, saya respect. Terkait statement-nya soal PPKM, good. Perjuangan kalangan bawah.

Tapi beliau lupa, harusnya ketika PPKM, pemerintah hadir dalam bansos, dan Pak LBP, sudah mengatakan hal ini berkali-kali [soal bansos, dan kompensasi].

Ade Armando, situasi di Indonesia, berbeda dengan negara lain:

Jumlah faskes dan nakes tidak imbang dengan jumlah pasien;
Penegakan di bawah tidak selaras dengan instruksi dari atas;
Vaksinasi belum mencapai target;
Maraknya hoax beredar.

Tingkat positivity rate di Indonesia untuk Covid, itu tinggi, dan sudah seharusnya, pembatasan mobilitas adalah solusi.

PPKM yang efektif, bisa terjadi, jika warga terdampak PPKM itu diurus, diberikan kompensasi.

Agar mereka tidak nekat bekerja dan terpapar. Itulah alasan kenapa Pak LBP, sampai meminta maaf.

Karena memang PPKM, tidak efektif. Jadi, menurut saya, Bang Ade, ada baiknya kita menunggu keputusan Pak LBP.

Dan ada baiknya, kita fokus jaga diri sendiri. Jika dirasa di sekitar Anda, ada pedagang kesusahan, bantulah.

Dan sekali lagi. Perbedaan opini antara kita berdua @adearmando1, adalah karena Anda, membandingkan Inggris dengan Indonesia.

Inggris dengan tracing yang bagus, dan sekarang sudah survive dengan posivity rate rendah.

Dan Indonesia, dengan tracing yang gak gitu bagus. Misal. Saya tiba-tiba statement soal saham, soal inflasi, soal dagang.

Tentu Anda boleh tegur saya, karena saya memang gak ngerti di situ. Kalau soal angka angka. Percayakan saja pada ahli epidemiologi.

Intinya, niat semuanya baik. Bukan gitu ‘kan Kang @adearmando1? Yowis, gitu saja. Ojo lali sarapan plus ngopine, Ndan.

‘How Low Will You Go?’

Bukan hanya mereka, masih ada pengguna Twitter, @astriferdiana, yang bertanya kepada Ade.