Ketua MUI: Ucapan Andre Taulany Sudah 2 Tahun Lalu, PA 212 Berikan Tanggapan

Diposting pada 401 views

Ngelmu.co – Sabtu (4//5), Andre Taulany sudah mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk menemui KH Cholil Nafis. Kedatangannya tersebut sebagai bentuk silaturahmi, sekaligus langkah yang dipilih Andre untuk meminta maaf atas kekhilafannya. Sebab, sebelumnya Andre menyamakan aroma tubuh Nabi Muhammad SAW dengan kebun, dalam sebuah candaan yang ia lontarkan.

Terkait ucapan Andre yang dinilai menghina Rasulullah itu, beberapa pihak pun memutuskan untuk memolisikan Andre, termasuk Persaudaraan Alumni 212. Namun, Ketua MUI menyatakan jika ucapan Andre itu sudah terjadi sejak dua tahun lalu, tepatnya 2017. Dan sengaja disebar oleh pihak tertentu.

“Kalau saya melihat di uraiannya si Andre, Andre kan benar-benar, karena tidak sengaja dan itu kejadian sudah tahun 2017. Artinya apa? Artinya orang tidak begitu banyak tahu, dan orang tidak merasa dilecehkan. Tapi mungkin karena ada orang yang buka-buka sehingga keteledoran itu memicu kemarahan masyarakat dan merasa dilecehkan nabinya,” ujar Cholil, Ahad (5/5).

Tetapi benarkah demikian? Sebagai salah satu pelapor, Presidium Alumni 212 pun memberikan tanggapan.

“Saya terus terang enggak melihat itu semua, terkait video ini baru beredarkah atau gimana. (Tapi) yang jelas saya baru tahu kemarin. Kalau saya melihat itu dua tahun lalu, saya juga (akan tetap) melaporkan (sejak dua tahun lalu),” ujar Tim Hukum PA 212, Dedi Suhardadi, Senin (6/5) seperti dilansir dari Detik.

Dedi mengaku, ia menghormati sikap MUI yang memaafkan Andre. Namun, ia menegaskan jika alasannya melaporkan mantan vokalis band Stinky itu, karena sedih dan terusik dengan sikap Andre yang menjadikan aroma tubuh Nabi Muhammad SAW sebagai candaan.

“Saya menghormati MUI, tetapi jangan mengambil opini bahwa itu dua tahun lalu. (Karena) yang jelas, Wallahi saya baru dengar sehari sebelum saya laporkan,” tegas Dedi.

Candaan yang dilontarkan oleh Andre dalam sebuah acara stasiun televisi swasta itu, dianggap Dedi sebagai tindakan yang sangat tidak pantas, dan sudah keterlaluan. Itulah alasannya, ia berharap pelaporan yang dilakukan oleh beberapa pihak, bisa menimbulkan efek jera bagi Andre atau siapapun pihak yang menghina agama.

“Iya (efek jera), untuk semua. Di medsos seringkali Allah dan Rasulullah dilecehkan. Saya minta kalau ada yang mendapat informasi penghinaan agama, tolong kasih saya, dan akan saya laporkan semua. Enggak Islam saja. Saya enggak suka cara-cara begini, terus terang saya menangis. Menurut saya, Rasulullah tidak boleh dijadikan bercandaan, saya sayangkan. Ada bahan lain untuk bercandaan kok,” pungkasnya.