Khawatir Penyalahgunaan, MUI Tolak PAM Swakarsa

  • Bagikan
Listyo Sigit Prabowo PAM Swakarsa

Ngelmu.co – Merasa tidak perlu sekaligus khawatir akan penyalahgunaan, menjadi alasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), menolak rencana calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo, menghidupkan kembali PAM [Pasukan Pengamanan Masyarakat] Swakarsa.

“Enggak perlu-lah. Saya pikir cukup keamanan polisi, dan masyarakat dikasih tanggung jawab untuk jaga keamanan bersama,” kata Ketua MUI Cholil Nafis, mengutip CNN, Jumat (22/1).

“Enggak perlu ada PAM Swakarsa, menurut hemat kami,” imbuhnya tegas.

“Karena nanti, takut jadi penyalahgunaan. Nanti kalau seleksinya enggak bagus, yang masuk preman, jadi premanisme, karena dia dijamin oleh aparat keamanan,” lanjutnya lagi.

Berpotensinya PAM Swakarsa menjadi bersifat kontraproduktif terhadap kondisi keamanan di Indonesia, juga menjadi sorotan Cholil.

Ia khawatir, akan banyak masyarakat sipil yang tidak terlatih justru mendapat kewenangan besar untuk mengurus keamanan.

“Enggak terlatih sebagai pengaman, tapi jadi bagian dari pengamanan, itu malah jadi kontraproduktif,” ujar Cholil.

Baca Juga: Sederet Janji Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Listyo Sigit Prabowo

Belakangan ini, rencana Sigit, menghidupkan kembali PAM Swakarsa jika menjabat Kapolri, memang menjadi sorotan publik.

Sementara alasan Sigit, ingin menghidupkan kembali PAM Swakarsa adlaah demi mewujudkan keamanan serta ketertiban di masyarakat.

“PAM Swakarsa harus lebih diaktifkan untuk mewujudkan pemeliharaan kamtibmas [keamanan dan ketertiban masyarakat]. Jadi, kita hidupkan kembali,” tuturnya.

Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani pun turut mendukung rencana Sigit ini.

Sebab, ia menilai, PAM Swakarsa yang Sigit maksud, berbeda dan tidak berkaitan dengan masa lalu, bentukan di era Orde Baru.

“PAM Swakarsa yang dimaksud Kapolri Sigit, berbeda dengan Pam Swakarsa 1998,” kata Jaleswari, secara tertulis, Kamis (21/1) kemarin.

  • Bagikan
ngelmu.co