Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

  • Bagikan
Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Ngelmu.co – Virus Corona masih mengepung dunia. Hingga kini total kasus tersebut mencapai 119 juta. Berbagai cara pun tentunya sudah dilakukan demi menekan angka penyebarannya.

Namun, sayangnya, segala upaya belum juga membuahkan hasil. Angka infeksi masih terus melonjak hingga saat ini. Bahkan, kabarnya virus tersebut mulai bermutasi.

Banyak pejabat publik di luar negeri yang memutuskan untuk mengundurkan diri, dengan alasan tidak bisa mengendalikan kasus yang terus bertambah di negara mereka. Berikut deretan pejabat dunia yang mengundurkan diri akibat virus COVID-19 yang telah Ngelmu rangkum dari berbagai sumber:

1. Bruno Bruins, Menteri Kesehatan Belanda

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Meneteri Kesehatan Belanda ini mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (19/3/2020) tahun lalu. Pengunduran tersebut diumumkan sehari sebelum ia mengalami kolaps akibat kelelahan bekerja memimpin penanganan vitus Corona.

Menurut Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, mengatakan bahwa Bruno mundur dari posisinya karena tidak tahu kapan bisa pulih dan kembali bertugas. Sementara itu, virus Corona semakin menyebar, sehingga dibutuhkan segera sosok yang bisa memimpin upaya penanganan. Pemerintah Belanda menunjuk Wakil Perdana Menteri Hugo de Jonge untuk sementara menggantikan tugas Bruno.

2. Catalina Andramuno, Menteri Kesehatan Ekuador

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Kasus virus Corona yang terus meningkat di Ekuador, menyebabkan Menteri Kesehatannya mundur dari jabatan tersebut. Menteri Kesehatan Ekuador, Catalina Andramuno mengundurkan diri pada Sabtu (21/3/2020). Pengunduran diri tersebut dilakukan hanya berselang beberapa jam setelah para pejabat mengumumkan jumlah kasus virus Corona yang dikonfirmasi melonjak lebih dari 500 kasus.

Ketika Menteri Kesehatan Ekuador memutuskan untuk mundur, jumlah kasusnya baru mencapai 532 dengan tujuh kematian. Kemudian ia digantikan oleh Juan Carlos Zevallos, seorang dokter yang bekerja di beberapa universitas.

3. Nelson Teich, Menteri Kesehatan Brasil

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Selama pandemi sudah dua orang yang mengisi kursi Menteri Kesehatan Brasil mengundurkan diri. Keduanya adalah Nelson Teich dan Luiz Mandetta. Adapun alasan mereka mundur adalah karena tidak sepakat dengan pendapat yang diambil oleh Presiden, yakni Jair Bolsonaro.

Luiz Mandetta menjadi menteri pertama yang mengundurkan diri. Kala itu, ia tak setuju dengan kebijakan Bolsonaro, yang memperluas penggunaan hidroklorokuin serta kebijakannya yang tidak ingin menerapkan karantina dan upaya lain untuk menekan angka penyebaran virus Corona.

Kemudian disusul oleh Nelson Teich, yang juga mengundurkan diri dari jabatannya hanya dalam kurun waktu satu bulan bertugas. Hal ini diduga karena pandangannya yang kerap berbeda dengan Jair Bolsonaro terakait penanganan virus Corona.

Nelson diketahui menolak permintaan Presiden Jair Bolsonaro memberikan obat klorokuin untuk pasien virus Corona. Obat ini disebut-sebut bisa membantu proses penyembuhan namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan belum ada bukti kuat.

Setelah dua Menteri Kesehatan Brasil mundur dari kursi jabatannya, kini posisi tersebut digantikan oleh Eduardo Pazuello. Namun, latar belakangnya bukan dari bidang kesehatan.

4. David Clark, Menteri Kesehatan Selandia Baru

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Pejabat publik di luar negeri yang memtuskan mundur berikutnya ada David Clark. Ia mundur dari jabatannya sebagai Menteri Kesehatan Selandia Baru pada (2/7/2020) lalu. Hal ini ia lakukan setelah ketahuan melanggar kebijakan lockdown.

Di mana pada 7 April lalu, David Clark mengakui bahwa ia dan keluarganya sempat menghabiskan waktu liburan ke pantai di tengah lockdown. Saat itu, ia sempat menggambarkan dirinya sebagai ‘seorang idiot’ lantaran dengan sadar melakukan kesalahan tersebut.

Sebelumnya, pengunduran diri tersebut tidak langsung diterima oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern, melainkan hanya mengurangi perannya sehingga bisa fokus menangani COVID-19.

5. Suleyman Soylu, Menteri Dalam Negeri Turki

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu juga mengundurkan diri pada (12/4/2020). Menurutnya, pengunduran diri tersebut ia lakukan lantaran kebijkan lockdown yang diumumkan secara tiba-tiba, sehingga memicu kekacauan dan kepanikan warganya. Ia menilai bahwa dirinya bertanggung jawab atas kebijakan lockdown tersebut.

6. Victor Costache, Menteri Kesehatan Rumania

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Menteri Kesehatan Rumania, Victor Costache adalah salah satu pejabat publik di luar ngeri yang juga memutuskan mundur dari jabatannya. Pengunduran tersebut ia lakukan ketika negara tersebut tengah berjuang utnuk menekan penyebaran COVID-19.

Terlebih, saat itu ratusan dokter dan perawat dinyatakan positif di tengah kurangnya peralatan. Negara ini menyaksikan peningkatan percepatan kasus Covid-19 setelah ribuan warga kembali dari luar negeri, terutama dari Italia dan Spanyol, dalam beberapa pekan terakhir.

Rumania saat itu melaporkan 906 kasus virus korona yang dikonfirmasi dan 17 kematian. Sebanyak 100.000 orang lainnya berada di tempat karantina atau isolasi di rumah, tetapi kurang dari seperempat dari mereka yang telah diuji.

7. Adam Vojtch, Menteri Kesehatan Ceko

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Jumlah kasus COVID-19 yang terus meningkat beberapa waktu lalu, membuat Adam Vojtch selaku Menteri Kesehatan Ceko mengundurkan diri. Saat itu, kasus positif Corona di Ceko tercatat sebanyak 49.290 dengan 503 korban meninggal dunia.

Adam mengatakan, bahwa keputusannya tersebut dimaksud untuk menciptakan ruang bagi kemungkinan pendekatan berbeda terhadap pandemi. Dalam konferensi pers yang digelar pada 21 Agustus 2020 lalu, ia mengatakan bahwa dirinya telah melakukan yang terbaik untuk mengatasi wabah COVID-19 di Republik Ceko.

8. Lukasz Szumowski Menteri Kesehatan Polandia

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Lukasz Szumowksi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Kesehatan Polandia pada 15 Agustus 2020 lalu. Pengunduran diri ini merupakan bentuk respons atas kritik yang diterima olehnya akibat krisis COVID-19.

Meski pendekatannya di awal pandemi sudah cukup menjanjikan oleh banyak pihak. Hanya saja, citranya mulai memburuk karena terlibat dalam skandal pembelian ventilator dan masker.

9. Zafar Mirza, Menteri Kesehatan Pakistan

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Menteri Kesehatan de facto Pakistan Zafar Mirza, mengundurkan diri pada (29/7/2020) saat negara tersebut tengah berjuang di tengah pandemi. Adapun alasan dirinya mengundurkan diri karena adanya kritik terhadap penasihat pemerintahnya yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Ia menjadi salah satu asisten khusus perdana menteri atau SAPM, yang menghadapi kritik dari partai-partai oposisi karena mnejadi anggota parlemen berkebangsaan ganda atau tidak terpilih.

“Karena diskusi negatif yang sedang berlangsung tentang peran SAPM dan kritik pada pemerintah, saya memilih mundur,” katanya dalam pernyataan yang diposting di Twitter.

“Saya puas karena saya pergi pada saat COVID-19 menurun di Pakistan,” kata dia. Saat Mirza mundur, kasus COVID-19 di Pakistan sedang menunjukkan tren penurunan kasus.

Namun, menurut para kritikus hal itu terjadi lantaran pengujian yang rendah, membawa infeksi harian serendah 1.000 dari lebih dari 5.000. Negara ini telah mengonfirmasi 276.288 infeksi virus corona dan 5.892 kematian saat itu.

10. Yelzhan Birtanov, Menteri Kesehatan Kazakhstan

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Pada (25/6/2020) Menteri Kesehatan Kazakhstan Yelzhan Birtanov mengundurkan diri. Ia mundur dengan mengatakan komplikasi COVID-19 mencegahnya untuk memimpin upaya melawan wabah virus Corona, karena lonjakannya pada gelombang kedua.

Sudah sejak awal tahun 2017 ia menduduki jabatan tersebut. Yelzhan kemudian terinfeksi COVID-19 pada pertengahan Juni 2020 lalu. Bahkan, ia juga menuliskannya di media sosial, bahwa dirinya mengidap pneumonia, sehingga memerlukan perawatan tambahan.

Jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di bekas republik Soviet itu hampir tiga kali lipat bulan Juni, menjadi 32.000, dengan 136 kematian saat dirinya mengundurkan diri.

11. Nathir Obeidat, Menteri Kesehatan Yordania

Kisah Pejabat Publik di Luar Negeri yang Mundur karena Corona

Dan yang terbaru ada Nathir Obeidat, Menteri Kesehatan Yordania yang juga memutuskan untuk mundur. Pengunduran diri tersebut dilakukan pada Sabtu (13/3/2021) kemarin, usai enam pasien COVID-19 meninggal dunia di rumah sakit pemerintah, saat pasokan oksigen habis kurang lebih selama satu jam.

Mundurnya Nathir Obeidat dari kursi jabatannya merupakan bentuk tanggung jawab moral. Matinya pasokan tabung oksigen itu berada di bangsal perawatan intensif, unit bersalon, dan perawatan pasien Corona.

Sebelum memutuskan untuk mundur, ia menyatakan bahwa pasokan tabung oksigen di RS As-Salt mati selama satu jam. Menurut juru bicara pemerintah, Perdana Menteri Bisher al Khasawneh memintanya unutk mengundurkan diri.

Baca Juga: Corona Varian Baru dari Inggris Lebih Menular: 2 Kasus Terdeteksi di RI

Pihak pemerintah juga menyebut permintaan untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral. Pada Kamis (11/3/2021), Yordania melaporkan ada 8.300 kasus Corona baru.

  • Bagikan
ngelmu.co