Samadikun Hartono

Koruptor Kakap, Samadikun Hartono Kembalikan Rp 87 Miliar

Ngelmu.co – Koruptor kakap, Samadikun Hartono, mengembalikan uang tunai sebesar Rp 87 Miliar ke kas negara. Tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu tampak di Graha Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/5).

Dilansir dari Kumparan, tumpukan uang itu adalah hasil penggantian kerugian negara dari terpidana kasus korupsi dana bantuan likuiditas Bank Indonesia untuk Bank Modern, Samadikun Hartono.

Samadikun yang mengenakan kaos berkerah dengan motif garis hitam tiba Bandara Halim Perdanakusuma. Samadikun didampingi oleh Kepala BIN Sutiyoso.

Uang yang menumpuk itu didapatkan dari hasil penjualan aset milik Samadikun yang merupakan hasil sitaan Kejaksaan Agung. Setelah nantinya dihitung untuk mengetahui jumlah pastinya, uang itu akan disetorkan ke kas negara melalui Bank Mandiri yang berada di Graha Plaza Mandiri.Jumlah yang akan disetorkan ke kas negara sebanyak Rp 87 miliar.

Baca juga: Mantan Wapres, Boediono diperiksa KPK

Petugas kepolisian dan Kejaksaan Tinggi yang juga ditemani oleh petugas Bank Mandiri mengawal proses kedatangan uang tersebut. Uang itu dibawa dengan troli, lalu ditumpuk di meja untuk diliput para jurnalis.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta Pusat Kuntadi, menyebutkan penyerahan uang dari Samadikun Hartono ke Bank Mandiri merupakan bentuk pengembalian kerugian negara secara simbolis.

“Pembayaran dari Samadikun ke Kejari Jakarta Pusat via transfer. Ke kas negara nanti secara simbolis akan dibayarkan secara cash,” kata Kuntadi.

Baca juga: Kasus BLBI : Mantan kepala BPPN di periksa KPK

Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern itu terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara. Selain menjatuhkan hukuman badan, MA juga menjatuhkan hukuman agar Samadikun mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar.

Untuk mengembalikan kerugian negara, Samadikun Hartono mencicilnya. Pada 2016, dia menyerahkan Rp 21 miliar kepada Kejaksaan Agung. Hingga 2018, sebelum pengembalian ini, uang yang sudah dikembalikan mencapai Rp 81 miliar.

Sesaat setelah divonis MA bersalah pada 2003, Samadikun sempat kabur ke luar negeri. Samadikun baru berhasil tertangkap April 2016 di Shanghai, China, dan dibawa pulang oleh Sutiyoso, yang kala itu Kepala BIN.