Kotak Suara Rusak saat Gudang KPU Cirebon Rembes Air Hujan

Diposting pada 198 views

Ngelmu.co – KPU mengklaim kuat dan anti air, sejumlah kotak suara yang disimpan di gudang KPU Kabupaten Cirebon rusak akibat kebanjiran.

Kondisi kebanjiran di gudang KPU itu membuat Ketua KPU Kabupaten Cirebon Saefuddin Jazuli kaget. Sebab, kejadian tersebut merupakan kali pertamanya. Jazuli mengatakan KPU telah menggunakan gudang yang berada di Kecamatan Plumbon itu sudah lama.

Jazuli menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan kejadian luar biasa. Jazuli mengatakan bahwa memang curah hujan tinggi. Jazuli menceritakan bahwa angin kencang membuat air masuk melalui celah-celah yang ada di gudang.

Kemudian, Jazuli menerangkan jika air hujan masuk dan membasahi sejumlah kotak suara yang ada di gudang. Untuk mengantisipasi kerusakan kotak suara lebih banyak lagi, KPU Cirebon menjemur sejumlah kotak suara yang basah.

Jazuli mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jumlah kotak suara yang rusak akibat terkena air hujan.

“Kita lagi hitung jumlahnya berapa, kita nanti data, berapa yang diganti dan mana yang hanya perbaikan. Sekarang kita langsung jemur,” ucap Jazuli, dikutip dari Detik.

Selanjutnya, Jazuli mengaku jika pihaknya sepakat untuk memindahkan logistik Pemilu 2019 ke gudang lainnya yang lebih aman.

Sebelumnya, 2.056 kotak suara karton kedap air di Badung, Bali, rusak karena terendam banjir. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan semua orang tidak bisa menghindar dari bencana alam. Menurut Arief, kotak suara karton rusak karena terendam banjir tidak bisa dijadikan tolak ukur kekuatan kotak suara karton.

Sebenarnya dari awal, kotak suara berbahan karton kedap air atau yang ramai disebut ‘kardus’ menjadi polemik. Menjawab polemik itu, Arief mengklaim kotak ‘kardus’ itu kuat. Bahkan Arief menyemprot kotak suara kardus itu dengan air untuk membuktikan kotak suara kardus itu kuat.

Di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018), Arief mendemonstrasikan kekuatan kotak suara tersebut. Arief menyemprot kotak suara dengan air dari luar. Arief mengklaim bahwa air tak menembuas bagian dalam kotak suara itu.