Berita  

Kritik Konser, Din Syamsuddin: Umat Islam Tak Perlu Balas dengan Buka Masjid

Din Syamsuddin Kritik Konser Pemerintah

Ngelmu.co – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengimbau agar umat Islam, tak perlu membalas ketidakadilan pemerintah, dalam membatasi kegiatan masyarakat selama pandemi COVID-19.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, enam hal kepada pwmu.co, seperti dikutip Ngelmu, Selasa (19/5), sebagai berikut:

“Bismillahirrahmanirrahim,

Sehubungan dengan COVID-19 yang masih merebak di seluruh Indonesia, dan korban yang dinyatakan positif masih bertambah, maka demi keselamatan bersama, dipesankan hal-hal sebagai berikut:

1. Kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, agar tetap mematuhi anjuran para ahli kesehatan, untuk menjaga jarak sehat secara fisik (physical distancing), yakni dengan menghindari kerumunan yang dapat mendorong penularan COVID-19.

2. Kepada pemerintah, untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB (pembatasan sosial berskala besar), yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum.

Peraturan tersebut, perlu dilaksanakan secara berkeadilan. Jangan melarang umat Islam sholat berjemaah di masjid, tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain.

3. Kepada pemerintah, agar bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur, sementara bantuan sembako tidak terbagi merata.

Mengapa pada saat demikian, pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik, yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat.

Bukan-kah sebaiknya, dalam keadaan penuh keprihatinan, kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab?

4. Kepada umat Islam, agar tetap konsisten menaati Fatwa MUI, untuk sementara waktu mengalihkan sholat berjemaah, termasuk sholat Idul Fitri, ke rumah masing-masing.

Begitupun dengan anjuran para ahli kesehatan (ahl al-dzikri), untuk selalu menerapkan prinsip physical distancing dengan tidak berkerumun.

Tidak perlu ada yang ‘membalas dendam’ terhadap ketidakadilan pemerintah tersebut, dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid, sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung.

Saya banyak mendapat pertanyaan dan penyampaian dari umat, bahwa mereka merasakan ketidakadilan pemerintah. Mereka ingin melawan dengan akan berbondong-bondong ke masjid.

5. Kepada umat Islam, sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah).

Biar pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan.

6. Kepada umat Islam, agar pada hari-hari akhir Ramadhan, semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Berdoa ke hadirat-Nya, untuk melimpahkan ma’unah-Nya atas bangsa Indonesia, sehingga terbebas dari wabah Corona, dan dari marabahaya serta malapetaka.

Wallahu al-Musta’an.”

Baca Juga: Iuran BPJS Naik di Tengah Pandemi, Din Syamsuddin: Kezaliman yang Nyata