Kubu Ahok Minta MA Klarifikasi Isu Hakim Eks FPI

Ngelmu.co – Penasihat hukum sekaligus adik dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Fifi Lety Indra, meminta Mahkamah Agung untuk mengklarifikasi adanya dugaan dari salah satu hakim Peninjauan Kembali Ahok yang pernah menjadi penasehat organisasi masyarakat Front Pembela Islam atau FPI.

“Saya baca di media. Benar atau enggak, apa sudah ada klarifikasi, apa tidak. Kalau enggak (hakim bukan penasehat FPI), perlu diklarifikasi juga. Kita juga tunggu itu, itu juga menentukan langkah kita selanjutnya,” kata Fifi di Jakarta, Kamis 5 April 2018.

Saat ditanya apakah dugaan ini akan dilaporkan ke Badan Pengawasan MA, ia memilih menunggu saja klarifikasi. “Kita harus tunggu klarifikasi, sebagai orang hukum kita patuhi. Silakan klarifikasi, saya harap hari ini ada klarifikasi,” kata Fifi seperti yang dilansir oleh Viva.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, menyatakan bahwa Ahok terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataannya soal Surat Al-Maidah ayat  51, saat berpidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Majelis hakim kemudian memvonis Ahok dengan hukuman dua tahun penjara, pada 9 Mei 2017.

Atas putusan majelis hakim tersebut, Ahok lantas mengajukan PK atas perkara penodaan agama pada 2 Februari 2018. Sekitar 20 hari kemudian, sidang perdana PK tersebut digelar di ruang Koesoema Atmadja, Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Selanjutnya Hakim Agung Artidjo Alkostar pun ditunjuk untuk menangani permohonan Peninjauan Kembali atau PK Basuki Tjahaja Purnama. Artidjo disebut-sebut pernah menjadi penasehat FPI. Selain Artidjo, hakim agung lain yang menangani PK tersebut ialah Salman Luthan dan Sumardijatmo.