Lewat Komik, Seniman Ini Beberkan Penyiksaan China ke Etnis Uighur

  • Bagikan
Penyiksaan China

Ngelmu.co – Tomomi Shimizu adalah seorang seniman manga asal Jepang, yang membeberkan penyiksaan China terhadap etnis Uighur, berdasarkan pengakuan salah satu korban, Mihrigul Tursun.

Rangkaian komik yang rilis di situs pribadinya, note.com/tomomishimizu, September 2019 lalu, viral di media sosial.

Shimizu membuat semua gambaran, sesuai apa yang diceritakan Tursun, selama ditahan dan disiksa, di kamp, Xinjiang, China.

Gambarkan Penyiksaan China

Komik tersebut berjudul, ‘Apa yang Terjadi pada Saya’, menggambarkan kisah seorang wanita Uighur, yang kembali ke China, usai melahirkan anak kembar tiga di Mesir.

Menurut gambaran seniman berusia 50 tahun itu, Tursun mengaku ditahan dan disiksa, pada tiga kesempatan terpisah, semua berlangsung di tahun 2015-2017.

Komik yang telah dibaca jutaan mata ini pun diterjemahkan serta didistribusikan dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, China, dan Uighur.

Karya Shimizu, juga muncul di jalan-jalan Hong Kong, di lokasi bentrokan antara pendemo dan polisi, yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara Tursun, mengungkapkan penyiksaan China, dan pelecehan yang ia alami, di salah satu kamp tahanan milik pemerintah, di Xinjiang, China Barat.

Kamp itu berisi ratusan ribu kelompok minoritas China, yang ditahan oleh pemerintah.

Tursun diinterogasi selama empat hari berturut-turut tanpa tidur, dan rambutnya dicukur, peristiwa itu ia hadapi pada penangkapan kedua, di tahun 2017.

“Saya pikir, saya lebih baik mati daripada melakukan penyiksaan ini, dan memohon mereka untuk membunuh saya,” kata Tursun, Selasa (27/11/2018).

Baca Juga: Media dan Pengguna Medsos Indonesia Jadi Pembela Uighur Nomor 1

Diketahui, Tursun memang lahir dan besar di China, kemudian ia pindah ke Mesir, untuk kuliah bahasa Inggris.

Selain itu, ia juga memilih untuk berkeluarga hingga dikaruniai anak kembar tiga.

Ditahan 3 Kali, Sejak Tahun 2015-2017

Namun, ketika tahun 2015 Tursun mengunjungi China untuk berlibur ke rumah keluarganya, ia justru ditahan dan dipisahkan dari anak-anaknya yang masih bayi.

Ia yang baru dibebaskan tiga bulan kemudian, kembali di tahan di tahun 2017, sampai totalnya, Tursun mengalami tiga kali penahanan.

Ia harus menghabiskan tiga bulan di sebuah sel penjara yang sesak dengan 60 wanita lain.

Tursun mengaku harus tidur bergantian, menggunakan toilet di depan kamera keamanan, dan menyanyikan lagu-lagu memuji Partai Komunis China.

Ia dan narapidana lainnya, bahkan dipaksa untuk mengambil obat yang tidak diketahui untuk apa, termasuk pil yang membuat mereka pingsan.

Hingga ada cairan putih yang menyebabkan perdarahan pada beberapa korban wanita.

Baca Juga: Sudah Menginjakkan Kaki di Xinjiang, Ustaz Azzam Sodorkan Fakta ke YM

Tursun mengatakan, ada sembilan wanita dari selnya yang meninggal, dalam waktu tiga bulan.

Meskipun ia akhirnya dibebaskan dan kini menetap di Virginia, Amerika Serikat, ia tetap bersuara, agar kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) bergerak.

China sendiri, telah menahan hingga 2 juta warga Uighur, untuk mempromosikan apa yang disebut pemerintah ‘ethnic unity’, di ujung barat negara itu.

Dokumen ‘Bocor’

Pemerintah China menjalankan sistem pengawasan dan kebijakan keras, untuk menindak etnis Uighur, dan Muslim minoritas di Xinjiang.

Beberapa waktu lalu pun, New York Times berhasil membongkar dokumen internal Partai Komunis China, yang disebut Xinjiang Papers.

Dokumen tersebut berisi arahan partai kepada para pejabat, untuk melakukan penahanan secara masif.

Baca Juga: Bela Uighur, Ulama Malaysia: Boikot Produk China

Lewat komiknya, Shimizu juga menceritkan, bagaimana perempuan Uighur diikat ke kursi, dan berulang kali disiksa oleh sengatan listrik.

Sementara anak kembar tiga yang diambil dari Tursun oleh otoritas China, mengalami sakit, hingga menyebabkan salah satunya meninggal dunia.

“Meskipun (China) adalah negara tetangga, negara itu penuh dengan hal-hal yang tidak diketahui. Memberitahu orang tentang mereka melalui manga adalah misi saya,” kata Shimizu.

Karyanya mendapat apresiasi, karena sebelumnya, Shimizu memang jarang melibatkan masalah sosial dalam karyanya.

Namun, untuk yang satu ini, Shimizu mengaku, akan ikut terjun langsung, untuk membeberkan apa yang sebenarnya terjadi, berdasarkan fakta yang ia peroleh.

Berikut selengkapnya karya milik Tomomi Shimizu tentang Penyiksaan China:

Penyiksaan China

Penyiksaan China

Penyiksaan China

Penyiksaan China

Penyiksaan China

Penyiksaan China

Penyiksaan China

Penyiksaan China

Penyiksaan China

  • Bagikan