Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Sebut Tidak Masalah Pemerintah Utang untuk Infrastruktur

Ngelmu.co, JAKARTA – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal utang yang digunakan untuk membangun infrastruktur. Luhut yang mewakili Pemerintah RI menegaskan telah melakukan pengelolaan keuangan negara dengan baik. Pengelolaan yang baik itu bahkan mendapat pujian dari sejumlah lembaga termasuk Bank Dunia.

Soal utang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Bank Dunia menyebut dikelola dengan sangat kredibel. Dia pun merespons pihak yang kerap mengkritik soal utang. Menurutnya tidak ada yang salah dengan utang asal untuk hal produktif.

“Utang kalau bisa kau bayar dengan proyek itu kan nggak ada masalah. Utang itu menjadi masalah kalau kau pakai untuk subsidi,” katanya dikutip dari detik.com pada Kamis (6/12/2018).

Sementara sekarang pemerintah menggunakan utang untuk hal yang dianggap produktif, salah satunya pembangunan infrastruktur.”Tapi kalau utang itu untuk produktif ya nggak anu dong, itu berbisnis. Saya kan pebisnis juga. Kita kan mesti punya equity, punya pinjaman dari bank. Kalau bank itu mau kasih pinjam duit ke kita karena tahu kita bisa mengembalikan dengan proyek itu. Salahnya di mana?,” jelasnya.

Pemerintah juga dianggap mampu mengelola utang dengan baik sehingga tidak melebihi ambang batas yang ditentukan. Dibandingkan negara lain, utang Indonesia juga disebut lebih rendah, yaitu berdasarkan rasio utang terhadap PDB.

“Kita (utang) di bawah 30% dari PDB kita. Kita paling kecil di antara negara negara banyak. Kita bisa berutang sampai 60%. Kita masih pelihara 29% untuk sekarang. Salahnya di mana?,” tambahnya.

Luhut pun mengkritisi orang-orang yang menyatakan utang Indonesia menumpuk adalah asal bunyi atau asbun.”Jadi kalau ada yang ngomong kita utang bertumpuk, orang malah bilang utang kalian sedikit kali. Kita salah satu utang paling rendah dunia. Jadi nggak betul itu. Asbun aja itu,” sambungnya.