Mandalika Oh Mandalika, SBY Atau Jokowi?

Belum lama ini, pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengklaim peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Nusa Tenggara Barat. Klaim itu diunggah oleh Pramono di akun twitter-nya.

Unggahan Pramono tersebut disertakan dengan foto-foto dari Presiden Joko Widodo saat peresmian tersebut.

“Presiden @jokowi menandai peresmian KEK Mandalika Lombok dgn investasi 13 T, setelah 29 tahun tdk terselesaikan krn masalah pembebasan tanah,” kata Pramono Anung melalui akun Twitternya, Jum’at 20 Oktober 2017.

Saat menghadiri acara Rembuk Nasional ke-3 Tahun 2017, Presiden Joko Widodo juga sempat memamerkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ke peserta KEK Mandalika berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang pada hari Jumat (20/10) lalu yang katanya baru saja ia resmikan.

Jokowi menyatakan bahwa KEK Mandalika bisa berjalan setelah ada payung hukum yang baru tiga bulan ini terbit. Hal itu dikatakan Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/10). 

“Saya berikan contoh Mandalika, 29 tahun, kenapa enggak rampung soal pembebasan lahan, karena bupatinya tak berani memutuskan, gubernur tak bisa memutuskan. Dikuasai masyarakat tapi belum megang sertifikat. Kalau tidak kita beri payung hukum sampai kiamat enggak rampung. Begitu saya turun ke sana, tahu ada masalah ini sudah di-rataskan kemudian sudah keluar Inpres sebagai payung hukum, lapangan, tiga bulan rampung. Ini yang sebabkan kita tidak bergerak cepat,” kata Jokowi.

***

Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun facebook resminya secara tiba-tiba mengunggah sebuah status disertakan foto-foto berisi kegiatannya saat di Kawasan Mandalika, pada tahun 2011 silam. Status yang diunggah SBY ini sontak menghebohkan jagad media sosial.

Berikut selengkapnya status yang diunggah melalui akun facebook resmi Susilo Bambang Yudhoyono:

 

SBY didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi, Jumat tanggal 21 Oktober 2011 melakukan seremoni peletakan batu pertama pembangunan kawasan wisata Mandalika Resort, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

SBY mengharapkan, kawasan wisata ini dikembangkan dengan nilai-nilai lokal dan ekoturisme agar bisa bersaing dengan kawasan wisata lainnya di dunia, sehingga dapat menambah penerimaan negara.

 

Kawasan wisata ini dibangun diatas lahan seluas 1.175 hektar dan menelan biaya hampir Rp. 30 Triliun. Kawasan wisata yang tercakup dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) ini direncanakan nantinya akan menambah fasilitas yang sudah ada saat ini seperti hotel bintang lima, fasilitas olah raga dan pusat pelatihan keperawatan, pusat kesehatan berkelas internasional, pelabuhan untuk kapal pesiar dan lagoon/marina, juga pasar rakyat dan perumahan sebagai kawasan berkelas dunia, guna mendorong diversifikasi ekonomi, penciptaan lapangan kerja khususnya di daerah NTB.

Pengembangan kawasan ini ditargetkan untuk mencapai 1 juta wisatawan mancanegara maupun lokal ke NTB pada tahun 2015 hingga 2020 yang akan datang.

Sebelum meresmikan kawasan wisata Mandalika, Presiden SBY meresmikan Bandar Udara Internasional Lombok yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden saat ini Jusuf Kalla.

Sore harinya, SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono dan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II juga menyempatkan diri mengunjungi dan menikmati keindahan Pantai Putri Nyali Mandalika.

Ibu Ani Yudhoyono yang gemar memotret juga ikut serta mengabadikan pemandangan matahari terbenam dengan kameranya.

Hari itu juga SBY mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Haji Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak di Novotel Mandalika tempat keduanya menginap selama berada di Lombok.

Kedua pimpinan menyaksikan penandatanganan MoU kerjasama luar negeri dan perdagangan antar kedua negara dan membicarakan berbagai isu aktual hubungan antar kedua negara. Pertemuan ini rutin berlangsung tiap tahun.

#SBYMingguIni
#TodayInSBYHistory

***

Postingan dan klaim dari pemerintah melalui Pramono serta pernyataan dari presiden Jokowi sendiri tersebut langsung dibantah oleh para kader Partai Demokrat dan netizen lainnya. Mereka membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa Mandalika telah diresmikan Presiden SBY tahun 2011.

Selain kader partai Demokrat, klaim pemerintah Jokowi ini juga ditertawakan warga Lombok NTB. Warga Lombok yang lain juga meluruskan.

“Kebiasaan menghapus jejak pendahulu. Lupa ngecek jejak digital. Padahal buzzer cebong dah berbusa2 ngapusi publik ,” sergah kader Demokrat dengan akun @panca66.

Panca yang juga merupakan mantan jurnalis ini menyertakan BUKTI yakni berita dari VIVA.co.id berjudul “SBY Resmikan Wisata Mandalika Bernilai Rp27 T”. Link berita yang dimaksud oleh Panca adalah sebagai berikut:

http://m.viva.co.id/berita/nasional/257584-sby-resmikan-wisata-mandalika-bernilai-rp27-t

Panca juga menyebutkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ditandatangani SBY lewat PP No 52 bulan Juni tahun 2014.

“Jadi Mandalika sudah diresmikan SBY pada 2011, diresmikan lagi oleh Jokowi di 2017 (katanya setelah mangkrak 29 tahun). Selaku orang Sasak (Lombok NTB), saya sih senang-senang saja Mandalika sering-sering diresmikan. Jika perlu tahun depan ada fasilitas publik yang selesai dibangun, resmikan lagih….heuheu!” kata Haji Lalu Suryade melalui akun Twitternya, Minggu (2210/2017).

“Semua org lombok juga tau pembangunan itu mulai sejak jaman SBY .. jalan.. bandara… dll diresmikan sby.. jokowi raja resmi,” kata akun Yuspi Putra Lombok di laman facebook pribadinya.