Mardani: Amplop ‘Serangan Fajar’, Kecurangan, Hingga Fitnah Ulama … Komunis!

Diposting pada 397 views

Ngelmu.co – Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan, Mardani Ali Sera angkat bicara perihal ‘kerusuhan’ yang terjadi pada Pemilu 2019 ini. Berawal dari terbongkarnya amplop ‘serangan fajar’ yang sudah disiapkan, kecurangan-kecurangan yang terus dibangun, hingga penghinaan terhadap ulama yang sudah tak bisa lagi dibiarkan.

“Mencuri akun itu perbuatan Curang. Memfitnah ulama itu perbuatan keji. Berharap menang dengan Curang dan Keji?” tulis Mardani di akun Twitter pribadinya, @MardaniAliSera, Ahad (14/4).

Ia menyatakan demikian, karena beberapa akun media sosial yang menyatakan dukungannya untuk Prabowo-Sandi, mendadak diretas orang tak bertanggung jawab. Mulai dari akun Haikal Hassan, hingga Said Didu. Dan selama pemilik akun tidak bisa mengakses media sosialnya sendiri, saat itulah peretas memanfaatkan waktu untuk melemparkan tudingan miring kepada kubu 02.

Seolah tak cukup sampai di situ, pihak tak bertanggung jawab itu pun turut melemparkan fitnah kepada Ustaz Abdul Somad (UAS), setelah ia menggelar pertemuan dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Tak sedikit pihak yang sakit, marah, dan kecewa ketika guru besar mereka diserang fitnah, termasuk Mardani.

Kelakuan mereka yang dengan mudahnya memfitnah ulama, membuat Mardani kembali mengingat peristiwa beberapa waktu lalu, yakni bagaimana sekelompok oknum begitu lihainya menari dalam kebohongan, melemparkan fitnah keji kepada Habib Rizieq Shihab (HRS). Alih-alih berhasil, fitnah-fitnah tersebut justru membuat umat semakin percaya, cinta, dan menghargai HRS.

“Sebelumnya: Kalian Fitnah HRS sedemikian rupa. Namun, namanya semakin harum di masyarakat. Belum puas memfitnah HRS, sekarang kalian memfitnah UAS, insya Allah umat semakin cinta dan membela ulamanya,” tegas Mardani.

Lebih lanjut, ia menyatakan jika dalam sejarah Indonesia, sosok yang paling sering memfitnah ulama adalah para komunis.

“Amplop, Sudah. Curang, Sudah. Sekarang kalian FITNAH ulama. Dalam sejarah Indonesia, yang sering memfitnah ulama adalah komunis,” tandas Mardani.

Maka bisa disimpulkan, siapa kira-kira yang berada di balik penyedia amplop, kecurangan-kecurangan, dan pendiri fitnah terhadap ulama?