Masih Ingat dengan Aminatus Sadiyah?

  • Bagikan
Aminatus Sadiyah

Ngelmu.co – Hampir dua tahun berlalu, masih ingat dengan putri asal Lembah Baliem, Desa Wosilimo, Wamena, Papua, Aminatus Sadiyah?

Wanita yang memantapkan hati untuk terus berdakwah, meski tidak mendapat gaji.

Sadiyah yang tidak pernah mengeluh, tetap semangat mengajarkan ibu-ibu dan anak setempat untuk mengaji.

Bahkan, semangat muslimah yang tergabung dalam Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jayawijaya itu juga tidak mengendur, sekalipun tengah mengandung.

Setelah buah hatinya lahir ke dunia, Sadiyah tidak sama sekali berubah. Ia tetap hadir untuk berdakwah kepada warga setempat.

Tiap pekan, Sadiyah mengajarkan ibu-ibu serta anak-anak di sana membaca dan mengaji.

Semua berlangsung di tengah kesibukannya melanjutkan pendidikan di Wamena.

Bahkan, Sadiyah juga tidak ragu untuk mengantar jemput para ibu yang harus kembali ke Honai [rumah khas suku Baliem], meski jaraknya tidak main-main.

Lantas, bagaimana kabar Sadiyah sekarang?

Pada Januari lalu, akun Twitter resmi BSMI Jayawijaya, kembali bercerita tentangnya.

Organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan itu telah menyampaikan bantuan biaya pendidikan untuk Sadiyah.

Sebab, di bulan itu yang bersangkutan hendak mengikuti Yudisium, setelah menyelesaikan kuliahnya di UNAIM Yapis Wamena.

“Beliau selalu semangat mengajar anak-anak dan mama-mama di kampungnya. Semoga ilmunya semakin bermanfaat untuk masyarakat,” tutur pihak BSMI Jayawijaya.

Pihaknya juga melampirkan potret Sadiyah, yang di sela-sela kuliahnya tetap semangat berdakwah.

“Semoga kita bisa mencontoh semangat beliau dalam berbagi kebaikan.”

Pada 30 Januari 2021, Sadiyah juga menyampaikan terima kasih atas semua dukungan dan bantuan yang ia terima.

“Sehingga saya bisa menyelesaikan studi saya, dan mendapatkan gelar sarjana,” tuturnya.

Baca Juga:

Sadiyah memang merupakan salah satu relawan BSMI Jayawijaya yang begitu semangat mengajar membaca dan mengaji ibu-ibu dan anak-anak setempat.

Maka setelah menyelesaikan pendidikannya, ia kembali mengisi pengajian di kampung. Sang suami juga ikut membantu mengajar anak-anak.

Sampai November 2021, Sadiyah masih rutin mengisi pengajian ibu-ibu di sana, tiap hari Jumat.

Sadiyah tidak berubah.

Masih sama seperti sebelum perjuangan luar biasanya berbuah manis berupa umrah gratis.

Semoga makin banyak ‘Sadiyah-Sadiyah’ lainnya; menyebar di seluruh Indonesia. Aamiin.

  • Bagikan