Masih soal Santri Tutup Telinga, Ini Kata Irmanputra Sidin

  • Bagikan
Irmanputra Sidin Bela Santri Tutup Telinga

Ngelmu.co – Masih soal video para santri yang menutup telinga mereka, agar tak mendengar musik, saat mengantre vaksin.

Advokat Andi Irmanputra Sidin, menegaskan, bahwa beragama, pikiran, dan berhati nurani adalah hak yang tak dapat dikurangi, apa pun keadaannya.

Ia mengulas, bagaimana Presiden ke-3 Amerika Serikat Thomas Jefferson, memiliki Al-Qur’an, dan mempelajari umat Muslim Utsmaniyah.

“Guna memperjuangkan hak agama atau keyakinan dalam konstitusinya,” tutur Sidin, seperti Ngelmu kutip dari media sosial pribadinya, Kamis (16/9).

“Termasuk kepada Muslim dan lainnya,” imbuhnya.

Hak itu juga, sambung Sidin, kemudian teradopsi dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Bahwa beragama, pikiran, dan berhati nurani adalah hak yang tidak bisa dikurangi dalam keadaan apa pun,” ujarnya.

“Yang akhirnya [membuat] kita kokoh bertoleransi,” jelas Sidin.

Lebih lanjut, ia menekankan, jika toleransi semestinya tak hanya berlaku kepada mereka yang menganut agama berbeda.

“Namun, juga pada sesama Muslim yang memilih untuk menutup telinga, ketika terdengar musik,” tegas Sidin.

“Yang bisa jadi, hanya soal pilihan untuk fokus,” pungkasnya.

Baca Juga:

Warganet pun menanggapi pernyataan Sidin tersebut. Seperti pengguna Instagram, @damayanti1009.

“Bila seorang publik figur yang berbicara, maka akan berdampak besar bagi masyarakat,” ucapnya.

“Makanya perlu bagi seorang publik figur, lebih bijak dan tidak mudah menyuarakan hal yang belum dipahami dengan jelas,” sambung Damayanti.

“Baik oleh hati dan pikiran,” lanjutnya lagi.

Pemilik akun @dapur_mamahatu, pun mengaku setuju. “Karena terkadang, publi figur itu jadi panutan atau cerminan kita.”

“Tapi terkadang, publik figur ketika melakukan kesalahan, dengan mudah bilang, ‘Saya cuma manusia biasa’, tanpa ada permintaan maaf terlebih dahulu,” imbuhnya prihatin.

Akun @fadjar_kilat, juga turut menanggapi Damayanti. “Yang masalah, ternyata publik figur tersebut telah terkooptasi.”

“Dan bahkan telah ‘terbayar’, sehingga begitu nafsu menyuarakan hal-hal yang menurutnya bisa menyenangkan ‘majikan’-nya itu,” sentil Fadjar.

“Kebetulan,” sambungnya lagi, “di Indonesia, yang memiliki kemampuan dan sumber daya adalah golongan yang berseberangan dengan umat mayoritas.”

Sementara @agieoke, langsung menimpali Sidin. “Setuju, Bang.”

“Anehnya, yang nyinyir adalah mereka yang teriak-teriak Pancasila, toleransi, NKRI harga mati,” imbuhnya.

“Dan bukan orang sembarangan (Stafsus Ring 1 Istana),” sindirnya ke arah Diaz Hendropriyono.

Seperti diketahui, selaku Staf Khusus Presiden, ia turut mengunggah video santri menutup telinga, di akun Instagram pribadinya, @diaz.hendropriyono.

Pada unggahannya tersebut, ia membandingkan sikap para santri, dengan video warga Timur Tengah yang asyik berjoget.

Namun, bukan hanya perbandingan itu yang mengundang amarah warganet, tetapi takarir unggahannya juga demikian.

“Sementara itu… Kasihan, dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. Tidak ada salahnya untuk sedikit bersenang-senang!” tulis Diaz.

Selengkapnya, baca di:

Baca Juga:

  • Bagikan
ngelmu.co