Berita  

Mayoritas Warga Tak Mau Divaksin, Netanyahu Jalani Penyuntikan dan Disiarkan Langsung

Netanyahu injected with the Pfizer BioNTech vaccine live on TV

Ngelmu.co – Berdasarkan hasil dari beberapa survei, mayoritas warga Israel, mengaku tidak bersedia menerima vaksin COVID-19. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, pun merespons.

Ia, memutuskan untuk menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin COVID-19, sebelum peluncuran secara nasional–beberapa hari mendatang.

Penyuntikan terhadap Netanyahu–beserta menteri kesehatan–disiarkan langsung di televisi, Sabtu (19/12) lalu.

Mereka menerima vaksin Pfizer/BioNTech [vaksin buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) yang bekerja sama dengan Jerman], di Sheba Medical Center, Ramat Gan, dekat Tel Aviv.

“Saya minta vaksinasi dulu, bersama Menteri Kesehatan Yuli Edelstein, sebagai contoh pribadi, dan mendorong Anda semua untuk di-vaksinasi.”

Demikian kata Netanyahu, mengutip Al Jazeera, Ahad (20/12) kemarin.

“Ini adalah momen yang sangat mengharukan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Netanyahu, mengatakan bahwa bisnis akan dapat segera kembali beroperasi.

Para warga pun bisa berkegiatan seperti biasa, salah satunya, mencari nafkah.

Baca Juga: Sebelum Rakyat, 5 Pemimpin Dunia Ini Siap Suntik Vaksin COVID-19 Lebih Dulu

Netanyahu dan Edelstein, masing-masing harus menerima suntikan penguat dalam tiga pekan untuk perlindungan optimal dari COVID-19.

Vaksin tersebut meluncur ke 10 rumah sakit, serta pusat vaksinasi di sekitar Israel–untuk petugas kesehatan–per Ahad (20/12) kemarin.

Selama sepekan, vaksinasi akan meluas ke masyarakat umum, mulai dari mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Dosis vaksin pertama yang pekan lalu tiba di Israel, siap untuk memberikan 60.000 suntikan per hari.

Sejauh ini, Pfizer, sepakat memasok 8.000.000 dosis vaksin ke Israel.

Jumlah itu cukup untuk mencakup hampir setengah dari populasi Israel yang hanya hampir 9.000.000.

Setiap orang memang harus menjalani dua kali penyuntikan.

Sebelumnya, mengutip survei pada situs Ynet News, Jumat (18/12), kurang dari 25 persen warga Israel yang siap menerima suntikan vaksin COVID-19.

Jajak pendapat lain dari Universitas Haifa, pada Selasa (15/12) lalu, menunjukkan hanya 20 persen warga yang mau menjalani vaksinasi.

Meskipun dalam survey Ynet, mengatakan 64 persen orang Israel mau menerima vaksin dalam jangka panjang, hal itu tetap tidak sesuai dengan visi Netanyahu.

Sebab, ia, ingin semua warganya menerima vaksin, tanpa kecuali.

Apalagi menurut surat kabar Israel, Hayom, masih ada 37 persen warga yang sama sekali menolak vaksin.