Mendadak Jadi Alumnus 212

Diposting pada 645 views

 

Sejak ditunjuknya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin menjadi calon wakil presiden, para pendukung Presiden Joko Widodo maupun partai politik koalisinya mendadak berubah. Mendadak ramai-ramai mengklaim menjadi alumnus Aksi Bela Islam 212.

Seperti kita ketahui, Aksi Bela Islam 212 adalah akumulasi kekesalan umat Islam atas majalnya keadilan di negeri ini. Negeri menjadi panas karena ulah satu orang berlidah ganas. Umat Islam yang merem politik menjadi melek politik. Kesadaran untuk mendukung politikus maupun partai politik Islam makin tinggi. Yang tadinya andem menjadi prodem.

Kita boleh akui KH Ma’ruf Amin adalah salah satu tokoh yang melahirkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Wajar jika mengaku akan menggamit Presidium Alumni (PA) 212 yang berseberangan dengan pemerintah. Sang Kiai mengaku yakin seluruh ulama akan satu suara.

Usai pengumuman deklarasi menjadi cawapres pejawat, Kiai Ma’ruf Amin di kediamannya di kawasan Koja, Jakarta Utara, Kamis, 9 Agustus 2018 malam lalu, berujar “Insya Allah mulai saya rangkul, kan mereka alumni saya juga, 212 dulu kan saya yang gerakkan,” katanya.

Banyak yang mendadak mengaku alumnus 212 memang, padahal dulu kita ingat benar betapa umat Islam diadang-adang tak puguh. Difitnah ini itu, dilarang berjalan kaki, bus keberangkatan dicegat, dan lain sebangsanya. Eh sekarang enak amat mengaku

Sejak ditunjuknya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin menjadi calon wakil presiden, para pendukung Presiden Joko Widodo maupun partai politik koalisinya mendadak berubah. Mendadak ramai-ramai mengklaim menjadi alumnus Aksi Bela Islam 212.

Seperti kita ketahui, Aksi Bela Islam 212 adalah akumulasi kekesalan umat Islam atas majalnya keadilan di negeri ini. Negeri menjadi panas karena ulah satu orang berlidah ganas. Umat Islam yang merem politik menjadi melek politik. Kesadaran untuk mendukung politikus maupun partai politik Islam makin tinggi. Yang tadinya andem menjadi prodem.

Kita boleh akui KH Ma’ruf Amin adalah salah satu tokoh yang melahirkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Wajar jika mengaku akan menggamit Presidium Alumni (PA) 212 yang berseberangan dengan pemerintah. Sang Kiai mengaku yakin seluruh ulama akan satu suara.

Usai pengumuman deklarasi menjadi cawapres pejawat, Kiai Ma’ruf Amin di kediamannya di kawasan Koja, Jakarta Utara, Kamis, 9 Agustus 2018 malam lalu, berujar “Insya Allah mulai saya rangkul, kan mereka alumni saya juga, 212 dulu kan saya yang gerakkan,” katanya.

Banyak yang mendadak mengaku alumnus 212 memang, padahal dulu kita ingat benar betapa umat Islam diadang-adang tak puguh. Difitnah ini itu, dilarang berjalan kaki, bus keberangkatan dicegat, dan lain sebangsanya. Eh sekarang enak amat mengaku alumnus. Sakit memang butuh pengakuan.

Umat Islam tentu harus menyayangi ulama. Namun kasihan jika hanya menjadi alat, hanya akan dijadikan korban untuk menutupi borok Jokowi yang sudah membuat negara ini sangat krisis. Hanya menabalkan bahwa Jokowi tidak anti Islam. Padahal kita tahu benar berapa banyak ulama yang mendadak dikriminalisasi, masuk bui dan diserang manusia-manusia yang mendadak sakit jiwa.

Ucapan Romy selaku Ketua Umum PPP yang sebut alumnus 212 harus mengawal KH Ma’ruf Amin, kita tentu setuju harus dikawal. Agar sehat dan selamat dunia akhirat. Paling utama mengawal fatwa yang ditandatangani Kiai Ma’ruf. Paling pokok adalah tentang haram memilih pemimpin yang ingkar janji diamalkan.

Sayangnya, umat Islam sudah mencatat dengan baik di kepalanya siapa Romy yang mendadak menyeret alumni 212. Ya, dia pendukung penista agama. Anti politik identitas yang kehilangan identitas. Meminjam istilah anak zaman now; mau ketawa takut dosa.

Yang mengaku-ngaku alumnus 212 tak sampai di situ. Adalah Faizal Assegaf yang mengaku pendiri Alumni 212. Bahkan ia mengusulkan seharusnya jika partai koalisi oposisi seperti Partai Gerindra, PAN, dan PKS mementingkan kepentingan umat Islam, maka yang dicalonkan adalah pentolan Aksi 212 yaitu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), M. Rizieq Shihab. Duh!

Usai mengaku mantan aktivis 1998, kini mengaku alumnus 212. Dialah FA. Sosok yang pernah menginisiasi mantan aktivis 98 mendemo pembubaran partai yang berseberangan dengan pemerintah. Sebuah tindakan yang berseberangan ruh reformasi.

Setidaknya, kita patut bersyukur pemilihan presiden mendatang jauh lebih kalem dan adem dengan kehadiran Kiai Ma’ruf yang dihormati real alumni 212 dan kurang disukai oleh pendukung penista agama garis keras. Setidaknya, kita memiliki hiburan baru berjudul Mendadak Alumnus 212.

Oleh: @paramuda