AS Partai Komunis Cina India Indonesia

Menlu AS Sebut Partai Komunis Cina Ancaman Bagi India Hingga Indonesia

Diposting pada 295 views

Ngelmu.co – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Mike Richard Pompeo, menyebut Partai Komunis Cina (PKC), sebagai ancaman bagi India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Itulah mengapa, pihaknya memindahkan pasukan, dari Eropa ke ‘tempat lain’.

Sebelumnya, Pompeo, mendapat pertanyaan soal mengapa AS, mengurangi pasukan berbasis di Jerman.

Ia pun menjelaskan, jika pengurangan itu terjadi karena pasukan dipindahkan ke tempat lain.

Keputusan itu diambil, kata Pampeo, sebagai respons atas ancaman yang dilakukan PKC.

Selain India, PKC—tentara nasional Republik Rakyat Cina—juga menjadi ancaman bagi negara ASEAN.

Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, bahkan hingga Laut Cina Selatan.

Maka itu Pompeo menyatakan, militer AS, saat ini diposisikan untuk memenuhi tantangan tersebut.

“Akan ada tempat lain. Saya baru saja berbicara tentang ancaman dari PKC,” tuturnya, dalam konferensi virtual Forum Brussels, Kamis (25/6), seperti dilansir Hindustan Times.

“Ancaman ke India, Vietnam, Malaysia, Indonesia, tantangan Laut Cina Selatan, Filipina,” sambung Pompeo.

“Kami akan memastikan, kami menempatkan (tentara) dengan tepat, untuk melawan PLA (Tentara Pembebasan Rakyat),” lanjutnya lagi.

“Kami pikir itu adalah tantangan waktu kami, dan kami akan memastikan, kami memiliki sumber daya untuk melakukan itu,” tegas Pompeo.

Baca Juga: Cina Terancam Sanksi Usai Trump Teken UU HAM Uighur

Dalam catatan, dua tahun lalu, pemerintahan AS di bawah Donald Trump, sudah meninjau postur strategis yang lama dari militernya.

AS telah mengamati secara mendasar, ancaman yang di-hadapi.

Mereka juga sudah memutuskan bagaimana cara mengalokasikan sumber daya, termasuk intelijen, militer, hingga dunia maya.

Sebelumnya, Pompeo, juga telah mengumumkan pembentukan dialog AS-Eropa tentang Cina, hingga aliansi Atlantik (NATO) dapat memiliki pemahaman bersama soal ancaman yang ditimbulkan oleh Cina.

Kedua belah pihak—AS dan Eropa—akuan Pompeo, perlu mengumpulkan data kolektif pada tindakan Cina, agar dapat mengambil tindakan bersama.

Soal ancaman Cina, di akhir Pompeo mengutip, ‘konfrontasi perbatasan berdarah dengan India’, aktivitas Laut Cina Selatan Beijing, dan kebijakan ekonomi predatorisnya sebagai bukti.