Miris… Gaji Sopir Lokal hanya Rp 5 Juta, Sopir TKA Rp 15 Juta

 

Hasil investigasi Ombudsman terkait keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di beberapa daerah sungguh mengejutkan. Di antaranya tentang gaji sopir antara pekerja lokal dan TKA yang jauh berbeda.

“Perbedaan gaji pekerja lokal dan tenaga kerja asing bisa mencapai tiga kali lipat,” kata Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam jumpa pers, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (27/4/2018) seperti dikutip RMOL.

Sopir yang berasal dari Indonesia hanya mendapat Rp 5 juta, sedangkan sopir TKA bisa Rp 15 juta. “Itu informasi dari lapangan,” ungkap Laode.

Laode menjelaskan, informasi yang diungkapkan bukan ‘abal-abal’, namun hasil dari investigasi yang dilakukan Ombudsman pada Juni-Desember 2017. Investigasi dilakukan di tujuh provinsi seperti Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Banten.

Selain soal besaran gaji, yang membuat Laode prihatin adalah gaji para TKA itu langsung ditransfer ke rekening bank negara asal mereka.

Dengan mekanisme seperti itu, Indonesia jelas dirugikan karena TKA yang mendapatkan gaji dari Indonesia tetapi tidak dipotong pajak. “Kerugian negara pasti karena pajak penghasilan dari mereka tidak masuk kas negara,” kata Laode.

Agar hasil investigasi ini menjadi perha­tian, Laode mengakui jika pihaknya sudah menyampaikan ke lembaga terkait seperti Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisan, hingga Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal.