Moeldoko Sebut Tuhan Tak Perlu Dibela

Moeldoko Sebut Tuhan Tak Perlu Dibela, MUI Beri Peringatan

Diposting pada 2.323 views

Ngelmu.co – MUI beri peringatan, usai Moeldoko sebut Tuhan tak perlu dibela, ketika mengisi kuliah umum di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis (17/10) lalu.

Moeldoko Sebut Tuhan Tak Perlu Dibela, MUI Beri Peringatan

Peringatan untuk Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu, disampaikan oleh pengurus MUI Pusat, Anton Tabah.

“Allah melarang bicara agama Islam, jika tak paham agama. Islam itu sangat spesifik, kita dilarang tafsirkan Islam, jika belum paham ilmunya,” tuturnya, seperti dilansir RMOL, Jumat (18/10).

“Inilah beda Islam dengan ilmu-ilmu yang lain. Allah berfirman ‘Jangan kau katakan tentang Islam jika belum kau pahami ilmunya. Pendengaranmu, penglihatanmu, pemahamanmu (tentang Islam) akan dipertanggungjawabkan pada Allah’ (QS. Al-Isra: 36),” sambungnya.

Anton juga mengingatkan, bagaimana cara Nabi SAW, menolong Allah pun agama Allah.

“Camkan perintah Allah ini, ‘Jika kalian diam ketika Allah atau Alquran atau Nabi dihina. Sungguh kalian kafir setelah iman’,” tegas Anton.

Maka, jika Islam dihina, seluruh umat Islam di dunia, akan membela. Hal ini, lanjut Anton, bahkan dikagumi ilmuwan-ilmuwan non-Muslim.

“Saya ingat ketika rezim ini menuduh yang nuntut kasus Ahok itu intoleran, radikal, makar, dan tidak bhinneka. Padahal kasus Ahok murni kasus penodaan agama dengan kata-kata Ahok yang sangat menghina Alquran,” kata Anton.

“Penodaan agama sangat berat. Saya yakinkan petinggi-petinggi Polri, karena saya yang memproses pak Permadi ketika saya komandan kota Jogja, padahal pak Permadi cuma bilang ‘Muhammad otoriter maka saya tak beragama’. Itupun pak Permadi dipidana, apalagi kasus Ahok, termasuk kategori penodaan agama sangat berat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Anton menjelaskan, tentang menolong agama Allah, Allah sendiri yang memerintahkan kepada orang beriman.

Bukan karena Allah lemah, tapi Allah ingin menguji hamba-Nya, mana yang taat kepada-Nya, mana yang dusta, dan mana yang munafik.

“NKRI sejak lahirnya adalah negara religius (nation religious state) melindungi agama-agama dari penistaan. (UU PNPS 1/1965, KUHP Pasal 156a, dan lain-lain,” ujar Anton.

“Karena itu, disarankan agar kita pahami Islam dengan baik, jangan bicara kalau belum paham,” pungkasnya.

Pernyataan Moeldoko

Sebelumnya, dalam sesi tanya-jawab di kuliah umum bertajuk ‘Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini’ itu, Moeldoko menjawab pertanyaan soal ‘Apakah faktor agama mempengaruhi stabilitas negara Indonesia seperti terjadi di negara-negara Timur Tengah lewat fenomena Arab Spring?’, dengan balik mempertanyakan fungsi FPI.

“Saya orang Islam, orang Islam tidak dalam kondisi perlu perlindungan, orang Islam mayoritas katanya, paling banyak. Mengapa harus ada apa itu, Front Pembela Islam? Apa yang dibela?” kata Moeldoko.

“Ya sorry ya, aku langsung ngomong blak-blakan aja ‘kan gitu. Emangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan,” imbuhnya.

Pernyataannya itulah yang akhirnya menyebabkan kontroversi di tengah masyarakat.