MUI Kecam Lembaran Qur’an Dijadikan Bungkus Petasan: Penghinaan

Lembaran Qur'an Jadi Bungkus Petasan
Temuan bungkus petasan dari lembaran Al-Qur'an, di Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Foto: Detik/Rakha Arlyanto Darmawan

Harus Diselidik

Ketua Umum MUI Kota Tangerang Ahmad Baijuri Khotib, juga mengatakan, “Itu harus diselidik.”

“Petasan dibungkus kertas yang ada ayat-ayat Al-Qur’an, dan [jika] ada kesengajaan, [maka itu adalah bentuk] penistaan oleh si pembuatnya. Iya, betul [penistaan agama],” imbuhnya.

Meski demikian, Baijuri, mengingatkan perlunya pihak kepolisian mendalami motif dari perkara ini.

MUI Ciledug, lanjutnya, juga sedang mengumpulkan data serta informasi mengenai kasus tersebut.

“Saya minta ke MUI [Ciledug], lebih mencari data, ya. Kepolisian kita imbau untuk menyelidiki ini. Dalam aspek hukum, ini penistaan, ya.”

“Cuma nanti penistaan ini berangkat dari kesengajaan atau kebodohan karena keawaman, ini yang lagi kita cari datanya,” tutup Baijuri.

Sebagai informasi, temuan lembaran Al-Qur’an sebagai pembungkus petasan ini viral di media sosial.

Pasalnya, sebuah video memperlihatkan sobekan bekas petasan, bertuliskan ayat suci Al-Qur’an.

Kepolisian yang menyelidiki toko penjual petasan itu pun memberikan penjelasan.

“Jadi gini, betul kami telusuri. Jadi, mungkin yang bikin acara itu enggak tahu, ya.”

“Untuk sementara, itu masih diselidiki,” tutur Kassubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rochim, Ahad (12/9).

Sementara dalam video, sejumlah warga, terlihat sedang mencari sobekan kertas pembungkus petasan yang sudah dinyalakan.

“Kurang ajar banget ini,” terdengar suara seorang pria dalam video.

“Petasan, terbuat dari Al-Qur’an,” jelas pria yang merekam.

Setidaknya, ada dua akun Instagram yang turut mengunggah video tersebut, yakni @info_ciledug dan @merekamtangerang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Info Ciledug (@info_ciledug)

Pembeli Petasan Mengaku Kaget

Suharjo Cipto (47), selaku Ketua RW setempat, mengatakan, bahwa acara pernikahan salah seorang warganya berlangsung pada Sabtu (11/9) lalu.

Setelah petasan dinyalakan, warga kemudian mendapati bahwa petasan itu terbuat dari lembaran Al-Qur’an.

Ayah dari pengantin, yakni Herman Permana, adalah orang yang membeli petasan tersebut, di daerah Tangerang Selatan (Tangsel).

“Belinya di Kebun Manggis, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan.”

“Saya belinya sebelum Jumatan, dipasangnya Sabtu,” ungkap Herman.

Ia juga mengaku tak menyangka, petasan yang ia beli terbuat dari lembaran Al-Qur’an, karena kulit pembungkusnya berwarna merah putih.

“Kaget saya, sebagai orang Islam, kaget saya,” akuannya. “Enggak [curiga], saya mah beli petasan sudah tiga kali, enggak pernah begini,” pungkasnya.