MUI Minta Jokowi Berkantor di Papua
MUI Minta Jokowi Berkantor di Papua

MUI Minta Jokowi Berkantor di Papua

Diposting pada 1.316 views

Ngelmu.co – Persoalan di Papua tengah memanas, ketua MUI Provinsi Papua, KH Saiful Islam Al-Payage meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera datang dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Bahkan, MUI minta Jokowi berkantor di Papua untuk sementara waktu.

MUI Minta Jokowi Berkantor di Papua
MUI Minta Jokowi Berkantor di Papua

“MUI Provinsi Papua meminta segera Presiden Joko widodo untuk turun ke Papua, kalau bisa berkantor di Jayapura. Karena persoalan ini bukan sepele, tapi ini persolaan yang sangat besar,” ujar Saiful Islam seperti yang dikutip republika.co.id pada Jumat (30/8).

Ia khawaatir akan muncul konflik horizontal di tengah masyarakat jika persoalaan ini terus dibiarkan. Masa aksi demonstrasi di Jayapura berlangsung ricuh, bahkan mereka sampai membakar gedung-gedung, toko, serta fasilitas umum lainnya.

“Ini baru aja bakar-bakar gedung, bakar toko, bank, saya tidak tahu besok ini mereka bisa saling bunuh antarorang. Jadi saya harap kalau bisa besok presiden sudah di Papua untuk menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.

Saiful juga berharap, para aparat Polri dan TNI yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk selalu bertindak tegas, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam menangani persoalan di Papua. Ia tak ingin, keberadaan aparat justru memperumit keadaan dan menimbulkan persoalan baru.

“Jadi perlu ada proses-proses. Tetap penegakan hukum tapi harus melalui proses yang betul-betul diukur,” katanya.

“Jangan sampai ada tindakan represif karena akan menimbulkan persoalan yang lebih besar lagi,” kata dia.

Seperti diketahui, penyerangan terhadap Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang diwarnai dengan rasisme memicu amarah ribuan masyakat Papua. Mereka melakukan unjuk rasa sembari merusak gedung perkantoran di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) lalu. Dalam aksi itu massa membakar gedung DPRD Papua Barat.

Amarah warga Papua terus berlanjut hingga Kamis (29/8) kemarin. Warga Papua yang tinggal di Jayapura juga melakukan demonstrasi sembari membakar sejumlah perkantoran, seperti kantor Majelis Rakyat Papua, kantor Telkom, kantor pos, dan sebuah SPBU.