nasib gatot
Gatot Nurmantyo

Nasib Gatot di Pilpres 2019 Bergantung pada PKS, PAN dan PKB?

Ngelmu.co – Jenderal TNI (Purn), Gatot Nurmatyo, telah melontarkan keinginan dan kesiapannya untuk maju sebagai capres di pemilu 2019. Namun, hingga saat ini nasib Gatot masih belum mengantongi dukungan dari partai politik (parpol) terkait dengan kesiapannya mencalonkan diri tersebut.

Peluang Gatot menjadi bertambah berat saat Gerindra secara resmi mendeklarasikan Prabowo sebagai capres. Lalu, bagaimana dengan nasib Gatot untuk nyapres?

Direktur eksekutif Indobarometer, M Qodari, menilai nasib Gatot untuk maju pilpres 2019, memiliki dua kendala jika ingin nyapres. Pertama adalah terkait dengan dukungan parpol, kedua adalah elektabilitas suara Gatot.

Baca juga: Habib Rizieq Minta Gerindra, PKS, PAN dan PBB Koalisi di Pilpres 2019

“Jadi Pak Gatot ini tantangannya ada dua. Pertama adalah dukungan parpol, kedua elektabilitas. Mana di antara dua ini yang harus didahulukan ? Yaitu dukungan parpol,” kata Qodari, Senin (16/4), seperti yang diliput oleh Kumparan.

Qodari menyebutkan bahwa Gatot harus fokus untuk mencari dukungan parpol terlebih dahulu. Tanpa adanya dukungan dari parpol, keinginan Gatot untuk maju sebagai capres ataupun cawapres mustahil terpenuhui.

“Gatot kendalanya adalah dia bukan pimpinan parpol jadi dia modalnya 0. Berbeda dengan Prabowo yang jadi Ketum Gerindra dan kursinya besar. Jadi PR Gatot itu, bisa tidak dia lobi-lobi parpol untuk cari dukungan,” papar Qodari.

Meskipun  sampai saat ini Gatot belum memperoleh dukungan dari parpol, Qodari menilai kans Gatot untuk maju sebagai capres masih terbuka lebar. Hal tersebut dikarenakan masih banyak parpol yang belum menentukan dukunganya.

“Masihlah (terbuka) ini masih cair, banyak partai yang belum menentukan pilihan, yang sudah menentukan pilihan saja masih bisa berubah,” pungkas Qodari.

Diketahui, partai-partai yang belum memberikan dukungan resmi ke salah satu paslon yaitu PKB, PAN, Demokrat. Seperti halnya PKS, meski dalam beberapa kali kesempatan menyatakan mendukung Prabowo, namun menyertakan syarat koalisi. PKS menegaskan cawapres Prabowo harus dari PKS jika Gerindra ingin dukungan resmi.

Gatot pun sebenarnya sudah berupaya mendekati PKS. Presiden PKS, Sohibul Iman mengatakan Gatot beberapa kali sudah mengajaknya bertemu meski belum terlaksana.

Baca juga: PKS Siap Berkompetisi Dengan Jokowi di Pilpres 2019

“Jadi dua atau tiga minggu lalu saya sudah memberi waktu ketemu Pak Gatot hari Jumat. Tapi ternyata beliau ada keperluan lain sehingga tidak bertemu,” kata Sohibul Iman, Kamis (12/4).

Meski demikian, Sohibul mengaku Gatot masih terus berusaha untuk menemui dirinya. Namun, belum bisa dipastikan kapan pertemuan itu terealisasi.

“Tapi sekarang beliau sudah minta (bertemu) lagi. Tim saya dan Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN) sedang merumuskan kapan waktunya,” tutur Sohibul. RSPN adalah relawan pendukung Gatot.

Selain PKS, PAN juga dapat menjadi partai yang bisa menjadi kendaraan politik Gatot. Sebab, hingga saat ini, PAN masih terbuka ke berbagai calon. Mulai dari Prabowo, Jokowi, atau Gatot. Ketum PAN Zulkifli Hasan menyatakan kemungkinan apapun masih bisa terjadi.

Di lain pihak, PKB yang telah beberapa kali menyebut akan mendukung Jokowi dengam syarat Muhaimin Iskandar jadi cawapres juga belum mendeklarasikan dukungannya tersebut. Bahkan, belakangan muncul kelompok relawan yang mengusung Gatot-Cak Imin, seperti Forum Komunikasi Ustazah Indonesia atau Pro 1.

Wasekjen PKB, Dita Indah Sari, menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan mengevaluasi dukungan ke Jokowi jika Cak Imin tak dipilih menjadi cawapres.

Akankah nasib Gatot bisa terealisasi dengan mendekati PAN, PKS dan PKB?