OTT Impor Bawang Putih

OTT Impor Bawang Putih, KPK Beri Kode ‘Kongres Bali’

Diposting pada 388 views

Ngelmu.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengirimkan tim ke Bali, untuk mengejar anggota DPR yang diduga terkait kasus suap, dari OTT impor bawang putih, Rabu (7/8) malam.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata

“Ada tim yang ke sana (Bali), mungkin ‘kan harus kita lihat siapa sih pelaku utama,” ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, seperti dilansir Detik, Kamis (8/8).

Meski Alex belum membuka nama anggota Komisi VI DPR yang asistennya ikut ditangkap dalam OTT impor bawang putih, tapi Alex, memberi kode ‘Kongres Bali’, tepatnya, anggota DPR tersebut, saat ini sedang berada di Bali.

“Katanya lagi kongres apa ya di Bali,” tuturnya.

Namun, saat ditanya apakah ‘kongres’ yang ia maksud adalah kongres PDIP, Alex tak membenarkan ataupun menampiknya.

“Cuma, saya enggak tahu, detailnya saya enggak tahu. Cuma, diperkirakan sedang ke Bali. Ke Bali itu, apakah ikut kongres, atau acara yang lain, kita enggak ngerti, gitu lho,” lanjutnya menjelaskan.

Sementara untuk informasi mengenai partai politik dari anggota DPR yang dimaksud, Alex juga belum mau menegaskan.

“Ya saya enggak tahu, ke Bali dalam rangka apa itu saya enggak tahu, ‘kan bisa saja dari Golkar ke Bali piknik, yang jelas di Bali ‘kan sekarang ada kongres PDIP, apakah dalam kaitan itu, enggak disebutkan,” ungkap Alex.

“Yang jelas ada 11 orang yang diamankan hingga tadi pagi. Satu orang belum, karena sedang berada, katanya di Bali, tidak disebutkan dari fraksi apa,” lanjutnya.

Amankan 11 Orang

Sebelumnya, Ketua KPK, Agus Rahardjo mengungkapkan 11 orang yang diamankan itu terdiri dari pengusaha importir, hingga orang kepercayaan anggota DPR RI yang saat ini sedang dikejar ke Bali.

“11 orang, terdiri dari unsur swasta pengusaha importir, sopir, dan orang kepercayaan Anggota DPR RI, serta pihak lain,” kata Agus.

Dari OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan bukti transaksi Rp2 miliar, dan sejumlah uang dalam pecahan dolar AS.

“Diduga uang untuk anggota DPR,” ucap Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.