Pahala Berantai Karena Memilih Pemimpin Taqwa

 

Satu di antara sedikit orang yang paling beruntung dalam menghadapi ujian Allah adalah seorang yang bertaqwa yang dipilih menjadi pemimpin.

Karena dengan kekuasaannya itu dia dapat mengarahkan rakyat yang dipimpinnya menjadi orang-orang yang bertaqwa pula.

Setiap kali rakyat melakukan amal shalih yang disebabkan atas arahan kebijakannya, maka sang pemimpin itu juga akan mendapatkan pahala, tanpa mengurangi pahala rakyat yang melakukan amal shalih tersebut.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”

Maka siapa yang memilih pemimpin yang bertaqwa, dia telah berkontribusi atas berlangsungnya amal shalih yang dikerjakan rakyat negeri itu. Tentu dia kelak akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah atas kontribusinya itu.

Sebaliknya, siapa yang memilih pemimpin yang durjana, dia telah berkontribusi atas berlangsungnya kezaliman yang berlangsung di negeri itu. Maka balasan apa yang layak dari Allah atas kontribusi dia memilih pemimpin durjana?

Saiful Hamiwanto