Hilang Fungsi Indra Pencium dan Perasa COVID-19

Para Ahli Sebut Hilangnya Fungsi 2 Indra Ini Bisa Jadi Gejala Tersembunyi COVID-19

Diposting pada 3.471 views

Ngelmu.co – Para ahli mengungkapkan, kehilangan dua indra yakni pencium dan perasa, bisa menjadi gejala tersembunyi seseorang terinfeksi virus Corona (COVID-19). Dalam kondisi ini, mereka tak mengalami gejala umum seperti batuk dan demam.

Gejala Tersembunyi COVID-19

Seperti hasil penelitian yang diungkap oleh ahli rinologi terkemuka di Inggris. Ia mengatakan, sepertiga pasien positif Corona di Korea Selatan, Cina, dan Italia, mengaku indra penciumannya terganggu atau bahkan hilang.

Menurut ahli telinga hidung tenggorokan (THT) di Inggris, kondisi ini dikenal sebagai anosmia [hyposmia].

“Di Korea Selatan, pengujian dilakukan sangat luas,” kata President of the British Rhinological Society Professor, Clare Hopkins, dan President of the British Association of Otorhinolaryngology, Profesor Nirmal Kumar.

“Di mana 30 persen pasien yang di-tes positif COVID-19, mengalami anosmia (hilangnya fungsi indra penciuman),” sambungnya, seperti dilansir Business Insider.

Kehilangan Fungsi Indra Pencium dan Pengecap

Hari ini, Senin (23/3), para profesor mengatakan, bahwa banyak pasien positif Corona, di seluruh dunia, yang terinfeksi tanpa gejala demam tinggi atau batuk, tetapi mereka mengaku sulit mencium bau dan mengecap rasa.

“Ada sejumlah laporan yang berkembang pesat tentang peningkatan signifikan dalam jumlah pasien COVID-19, yang hanya mengalami anosmia, tanpa adanya gejala lain,” kata seorang peneliti, dalam sebuah keterangan.

“Iran telah melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus anosmia. Selain itu, banyak pasien dari AS, Prancis, dan Italia bagian Utara, juga memiliki pengalaman sama,” lanjutnya.

Baca Juga: Innalillahi, 3 Dokter Meninggal Dunia Akibat Terpapar Covid-19

Minim atau bahkan tak ada gejala itulah yang akhirnya membuat orang yang mungkin positif Corona, tak memeriksakan diri, apalagi menerapkan karantina mandiri.

Namun, jika ini terjadi, mereka-lah [pengidap virus tanpa gejala umum] yang justru berperan besar dalam penyebaran penyakit.

Mayoritas Berusia Muda

Dilansir Sky News, Kumar mengatakan, bahwa pasien yang menunjukkan gejala seperti tak dapat mencium bau atau mengecap rasa, mayoritas berusia muda.

“Pada pasien muda, mereka tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam,” tuturnya.

“Namun, mereka mungkin kehilangan indra penciuman dan pengecapan yang menunjukkan bahwa virus ini tinggal di hidung,” pungkas Kumar.

Maka itu, para profesor pun mengimbau kepada semua pihak yang merasa kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa, untuk mengisolasi diri selama tujuh hari, demi mencegah penyebaran virus lebih lanjut.